SETIAP ada masalah maka setiap orang akan menanggapi dengan caranya sendiri-sendiri. Ada yang mungkin sama, tetapi ada yang berbeda. Ada yang tenang-tenang saja, tetapi ada juga yang gelisah atau panik. Termasuk dalam menanggapi wabah Covid-19.
Perbedaan cara menanggapi dipengaruhi dua hal, yaitu:
- Faktor internal yang berasal dari dirinya sendiri seperti; personalitas seseorang, emosi dan cara pikir yang berbeda, spiritualitas, pendidikan, kultur, agama, budaya dan lain-lain.
- Faktor eksternal yang berasal dari luar dirinya; seperti berita, situasi, dan juga pengaruh orang lain.
Apa bedanya?
“Reaktif” adalah sikap atau reaksi segera tersulut atau menjadi panas menerima suatu kejadian, berita, situasi atau perilaku seseorang. Sifatnya momental atau sesaat, meledak dan emosional. Tidak melalui pertimbangan atau pemikiran yang mendalam, tetapi spontan.
Sikap reaktif lebih menggunakan croc brain dan otak mamalia, tetapi bukan otak cerdas (neokorteks).
Otak mamalia dan croc brain; lebih dipengaruhi emosi, menghindari kesakitan, takut, dan melindungi diri (survival). Kita menyerang, mengamuk, protes, kecewa, mencari perbandingan, atau menjadi sedih dan putus asa serta berbagai bentuk sikap emosional lainnya.
Dua sikap yang berbeda
Anda menjadi reaktif karena merasa menjadi korban kekecewaan, korban ketidakadilan, ketakutan, dan lain-lain. Sikap reaktif menunjukkan bahwa anda sedang di bawah pengaruh emosi . You are a victim of events and not fully in control
Dan sikap reaktif selalu akan berujung juga pada rasa kecewa, sakit hati, marah, benci, dan rentan terjerumus dalam kesimpulan serta keputusan-keputusan yang salah.
Responsif adalah cara menanggapi yang tidak grusa grusu, atau tergesa-gesa; tetapi mengambil waktu untuk memikirkannya secara mendalam terhadap suatu peristiwa atau seseorang, bersikap empati dan tidak bereaksi secara emosional. Sikap responsif itu berpikir dua langkah kedepan, dan tidak momental atau sesaat saja.
Anda akan mempertimbangkan pelbagai aspek dan sisi; Anda merencanakan dan berbicara secara benar serta bertanggung jawab. Sikap responsif lebih menggunakan otak cerdas ketimbang memakai croc brain ataupun otak mamalia. Anda berusaha melakukan secara benar dan obyektif – bukan subyektif dan bereaksi secara personal, sesaat maupun grusa grusu.
Sikap responsif membuat kita menanggapi dengan kalem, tenang dan tidak grusa grusu. Anda menyikapi secara bijak dan berhati-hati (nastiti).
Apa kata Firman Allah?
“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah”. (Yakobus 1:19).
Alkitab mengajar kita untuk tidak menjadi “reaktif” tetapi “responsif” dengan penuh tanggungjawab (responsibilitas).
Kata lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah; menunjukkan bahwa ada sela waktu yang kita sediakan untuk meredakan dan menenangkan emosi (calm down emotions), tidak grusa grusu, tetapi melakukan evaluasi, cek n ricek, dan mengukur serta menilai secara obyektif, untuk mempertimbangkan (consider), dan untuk berpikir ulang (rethinking); sebelum mengambil kesimpulan, mengungkapkan pendapat, menentukan sikap dan mengambil keputusan
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”. (Roma 12:2).
Untuk bisa tahu kehendak Tuhan, yaitu perkara-perkara yang baik dan yang sempurna, maka kita harus menggunakan akal budi yang telah diperbaharui.
Apakah noos ? Noos (bahasa Yunani) adalah neokorteks, atau otak cerdas, tempat akal dan budi berada. Noos juga berarti Intelegensia, kemampuan untuk mengerti mana yang benar dan mana yang salah. “A good sense”.
Akal budi harus menjadi filter dan penuntun, karena di situlah Tuhan menempatkan hikmat dan kebenaran-Nya; bukan pada croc brain maupun otak mamalia kita yang penuh pengaruh emosi dan reaktif.
Jadilah responsif! Gunakan otak cerdas, pakai akal budi dan bukan emosi sesaat. Ojo gumunan, ojo kagetan, ojo aleman, ojo grusa grusu.


