HomeJelajah KameraLaunching Batik Gasing: Dari Airlangga Menuju Dunia, Kreatif Lawan Gadget di HUT...

Launching Batik Gasing: Dari Airlangga Menuju Dunia, Kreatif Lawan Gadget di HUT Kartini 2026

Surabaya – Semangat Kartini dirayakan dengan karya. Kampung Gasing RW 01 Kelurahan Airlangga menggelar event spesial bertajuk “Launching Batik Gasing: dari Airlangga menuju dunia” pada Rabu (22/4) di Aula Lantai 2 Kecamatan Gubeng. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa kekuatan lokal siap melangkah ke panggung global.

Dalam suasana penuh kebersahajaan, ibu-ibu dari berbagai organisasi berkumpul merayakan kebaikan yang lahir dari Kampung Gasing. Bu Wiwik, penggagas Kampung Gasing, menjelaskan bahwa ide ini lahir untuk memberdayakan masyarakat agar lebih kreatif dan inovatif. “Kampung Gasing ini untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat yang lebih baik, memberikan semangat untuk menjauhkan diri dari gadget dan selanjutnya mengerahkan daya dan upaya untuk kreatif dan inovatif dalam mengerjakan batik,” ujarnya.

Dukungan datang dari legislatif. Ajeng Wirawati, S.Sos., MP SDM, anggota DPRD Kota Surabaya Komisi D, menilai kegiatan positif ini membantu anak-anak tidak tergantung pada gadget. Ia mengapresiasi launching Batik Gasing sebagai bagian integral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kegiatan Kampung Gasing ini tidak hanya sekali, melainkan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak dan kaum ibu melestarikan budaya bangsa. Saya akan tetap mensupport Kampung Gasing ini ke depan. Kelak Kampung Gasing ini menjadi kampung yang go internasional dalam dunia perbatikan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Surabaya pun menyambut baik. Mewakili Pemkot, Suhendro Widiastuti, SH, M.Si, berharap sinergisitas pemerintah dan masyarakat di Kelurahan Airlangga tetap terjalin baik. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Bapak dan Ibu di Kampung Gasing. Selanjutnya dari Kampung Gasing ini bergerak tidak saja di kelurahan tetapi mendunia. Airlangga lewat Kampung Gasing dapat menjadi Kampung nomor 1 untuk pengembangan batik dunia,” ungkapnya.

Acara kian semarak dengan presentasi kreasi Kampung Gasing, mulai dari pembuatan Batik Gasing, sablon gelas, hingga kreasi aktif dan produktif lainnya. Puncaknya, fashion show Batik Kampung Gasing yang diperagakan ibu-ibu RW 01 Kelurahan Airlangga menghadirkan semangat Kartini yang anggun dan berdaya.

Soewarno, tokoh masyarakat RW 01 Kelurahan Airlangga, mengaku senang dengan giat ini. Ia berharap pemberdayaan ekonomi kreatif ini dapat bergerak mengentaskan kemiskinan dan memberi peluang bagi para ibu untuk berdampak. Tercatat, selama pengembangan Kampung Batik Gasing dalam 1 tahun terakhir, ada 106 wanita yang mumpuni dalam membuat batik.

Dari menjauhkan anak dari gadget, memberdayakan ibu, hingga bermimpi mendunia — Kampung Gasing Kelurahan Airlangga membuktikan bahwa batik bukan sekadar kain. Ia adalah gerakan. Dari lokal, menuju industri kreatif global. (petrus-berkat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments