HomeOpiniKairos

Kairos

SUATU hari Aristoteles sang Filsuf Yunani bertanya kepada gurunya tentang cinta sejati. Sang Guru berkata: “Berjalan luruslah di sebuah taman bunga yang luas dan petiklah bunga yang paling indah dan jangan pernah kembali ke belakang
Sejenak kemudian Aristoteles datang kembali ke gurunya dengan tangan hampa.
Guru: Mana bunganya?
Aristoteles: “Aku tidak bisa mendapatkannya. Sebenarnya aku telah menemukannya. Tapi pikirkku di depan pasti ada yang lebih indah. Ternyata sampai di ujung taman aku tidak menemukan bunga yang lebih indah daripada yang aku temukan di awal tadi. Dan aku tidak bisa lagi kembli ke belakang.

Ketika Aristoteles telah menemukan, di situlah sebetulnya “kesempatan” ada padanya.

Sayang ia tidak memanfaatkannya. Begitulah orang bilang, kesempatan tidak datang dua kali. Cukup sekali saja. Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang dating di depan Anda.

Nah itulah kesempatan atau dalam bahasa Inggris Opportunity. Dalam bahasa Yunani dikenal dengan istilah Kairos. Kata ini ditulis di PB sebanyak 85 kali. Kadang diterjemahkan juga dengan waktu, zaman, saat, waktu yang tepat, musim dan kesempatan.

Selain kata kairos ada lagi kata hōra yang ditulis sebanyak 106 kali di PB. Hōra ini merujuk waktu dalam arti durasi (panjang – pendeknya waktu, seperti berapa jam). Kadang diterjemahkan juga saat atau ketika.

Satu jam adalah seper dua belas dari siang hari. Orang Yahudi menghitung jam mulai waktu fajar menyingsing. Lalu ada lagi kata kronos yang artinya waktu yang berurutan atau saat tertentu. Dalam bahasa Indonesia menyebut rangkaian peristiwa dengan kata kronologi. Kata kronos ini ditulis 54 kali di PB.

Dalam Alkitab Septuaginta, Pengkotbah 3:1 “Untuk segala sesuatu ada masanya (chronos), untuk apapun di bawah langit ada waktunya (kairos). Tetapi mulai ayat 2 sampai 8 semuanya memakai kata kairos.

Misalnya ayat 2: “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu utnuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam”  Artinya ada momen atau kesempatan itu hanya sekali saja terjadi.

Seburuk apapun yang terjadi kemarin, Tuhan tetap menyediakan hari baru untuk kita berubah menjadi baik, untuk melakukan sesuatu yang benar tiap hari. Memperbaiki kesalahan, melanjutkan jalan kehidupan yang dikehendaki-Nya. Karena itu kita harus siap sedia menangkap kairos yang Tuhan sediakan bagi kita.

Penyesalan terbesar yang kita alami bukanlah penyesalan akan apa yang telah kita lakukan.  Tetapi, penyesalan karena apa yang Tuhan sediakan yaitu kesempatan (kairos) tidak kita lakukan.

Kalau saat ini ada kesempatan untuk belajar Firman Tuhan, mengapa kita tidak memulainya?  Demikian pula kalau Tuhan memanggil kita untuk melayani  pekerjaan-Nya dalam salah satu bidang pelayanan. Mengapa kita sia-siakan dengan menunda bahkan menolak?

Efesus 5:16 dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dituliskan hal yang sama: “Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu”. Sama seperti dengan Alkitab NIV dituliskan: “making the most of every opportunity”. Keduanya terjemahan dari Alkitab bahasa Yunani: exagorazomenoi ton kairon.

Ada kesempatan untuk menolong orang lain, ada kesempatan untuk berbagi, ada kesempatan untuk  melakukannya. Pergunakanlah kesempatan (kairos) itu dengan bijak dan tidak menyia-nyiakannya. Semoga.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments