Surabaya, 10 Maret 2026 – Forum Beda tapi Mesra (FBM) dan Yayasan Pondok Kasih (YPK) menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Boncafe, Jl. Raya Gubeng No. 46 Surabaya. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, termasuk Kementerian Agama Jawa Timur yang diwakili oleh tiga Pembinas dari Katolik, Pembimas Buddha dan Pembimas Hindu.
Dalam kesempatan ini, FBM dan YPK menyalurkan santunan kepada tiga Pondok Pesantren, sebagai wujud nyata kebhinnekaan dan kebersamaan.
Ketua Umum FBM, Syuhada Endrayono, dalam sambutannya mengatakan bahwa tradisi buka puasa bersama menjadi wujud Islam yang mampu mewarnai tradisi tanpa menghilangkannya. “kegiatan ini sebagai wujud Indonesia sebagai rumah besar, tak ada lagi sekat perbedaan,” katanya.
Eko, perwakilan dari Pondok Kasih, mengatakan bahwa acara ini membuktikan bahwa kebhinnekaan adalah aset berharga yang harus dijaga. “Dengan budaya silaturahmi, kita dapat menjaga bangsa ini menuju kehidupan yang harmonis,” ujarnya.
Mama Hana selaku Pembina FBM, menambahkan bahwa kebhinnekaan Indonesia adalah kekuatan yang luar biasa. “Jika kita semua saling memaafkan dan mengasihi, maka kita dapat menjaga bangsa ini tetap kuat dan bersatu,” katanya.
Perwakilan dari Kementerian Agama Jawa Timur, Pembimas Katolik, dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang bahagia karena memiliki kebhinnekaan yang luar biasa. “Kita beda tapi mesra, dan itu yang membuat kita kuat,” ujarnya.
“Anak-anak muda kita di masa puasa ini disarankan untuk mengambil bagian di dalamnya. Ini merupakan bagian serta contoh teladan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Acara ini diakhiri dengan refleksi Ramadhan oleh KH. Abdul Mutholib, yang mengatakan bahwa ada tiga akhlak yang harus kita lakukan: berbuat baik kepada Tuhan, berbuat baik kepada manusia, dan berbuat baik kepada alam. “Itu jaminan bahagia,” katanya. (doc/brkt)


