DI era tahun 1960, Connie Francis pernah popular dengan lagunya: True Love. Lirik lagunya sebagai berikut:
“Suntanned, windblown,
honeymooners at last alone.
Feeling far above par,
oh how lucky we are.
While I give to you and you give to me.
True Love, true love . . . .”
Kata orang cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan, betul. Bait akhir tadi dituliskan: “While I give to you and you give to me’. Jadi cinta itu harus dibangun oleh dua orang yang saling memberi diri. Demikian juga dengan pernikahan, mustahil dibangun oleh seorang. Berdua bersama membangun sebuah keluarga, tetapi menghancurkannya cukup seorang yang mengingkarinya. Karena itu George Sand mengatakan: “There is only happiness in this life, to love and be loved”. Lalu bagaimana kita bisa menikmati kebahagian pernikahan dalam keluarga Kristiani yang diberkati Tuhan? Simak pernak-pernik akronim TRUE LOVE di bawah ini:
TRUST
Miliki kepercayaan penuh pada pasangan Anda. Salomo menjelaskan relasi antar pasutri dalam Amsal 31:11 Hati suaminya percaya kepadanya. The heart of her husband trust in her. (World English Bible). Karena itu kita perlu membina relasi pasutri dengan saling memberi kepercayaan.
Jealous (cemburu, curiga) adalah sikap yang bertolak belakang dengan trust. KBBI menjabarkan: cemburu adalah iri hati, kurang percaya. Firman Tuhan menjelaskan pada Kejadian 4:5 “Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram”. Bahasa Ibrani memakai kata charah yang artinya anger, zeal, jealousy. Sikap hati yang cemburu berakhir dengan pembunuhan. Tragis sekali.
Ada yang mengatakan cemburu adalah bagian dari cinta, memang itu sifat manusia. Tapi hati-hati dengan cemburu yang tak beralasan, berkelebihan bahkan berkelanjutan. Dalam pernikahan, suami dan istri harus saling mempercayai. Seperti tertulis dalam 1 Korintus 13:4c “Kasih itu tidak cemburu” (agapē ou zēloi). Tentu ini ditunjang dengan saling mendoakan, dan menyerahkan pasangannya kepada Tuhan agardikuduskannya.
ROMANCE
Ada salah satu pasangan umur baya yang mengatakan, “Akh kita kan sudah tua, anak-anak sudah dewasa, gak panteslah bermesraan lagi”. Lho, kemesraan itu tidak ada batas waktu. Justru makin tua harus makin mesra. Ungkapan cinta non verbal yang disebut bahasa tubuh (body language) sangat menjadi perekat hubungan pasutri. Bahasa tubuh akan memberi nuansa romantis bila dilakukan dengan ketulusan cinta.
Salomo menggambarkan romantika pasutri diawali pada Kidung Agung 1:2 “Kiranya ia mencium aku dengan kecupan. Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur”. Kemudian dilanjutkan dengan saling memuji pasangannya. Demikian Kitab Kidung Agung (Ibrani: Shir Ha Shirim) merupakan puisi cinta antara dua insan yang berbeda gender. Ada kekuatan cinta yang unik, kreatif dan mengandung dimensi kesakralan. Baik itu dalam aspek emosional, nurani, ikatan batin yang merupakan anugerah Tuhan.
Garry Chapman menuliskan kisah cinta dari beberapa pasutri di bukunya yang berjudul “Love is Verb”. Itu betul, karena cinta memang bukan hiasan tapi harus diwujud nyatakan. Mengunjungi tempat-tempat yang romantis bersama pasangan, merupakan refreshing pasutri dalam merajut cinta berdua.
UNDERSTANDING
Pasutri pasti sudah saling mengenal sebelum menikah. Tetapi dalam berkeluarga faktor memahami pasangan bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan keterbukaan dua belah pihak, agar latar belakang yang berbeda itu dapat saling dimengerti dan dipahami. Seorang yang berasal dari keluarga bisnis dimana filosofi “time is money” menjadi way of life nya, perlu memahami pasangan yang berasal dari keluarga non bisnis yang pola hidupnya diwarnai budaya alon-alon asal kelakon.
Juga kebiasaan masa lalu dari pasutri, bila tidak dipahami bisa menjadi mis komunikasi. Salah paham yang terjadi karena pahamnya yang salah persepsi. Belum lagi perbedaan temperamen yang mendominasi kedua pribadi yang berbeda. Di sinilah peran Roh Kudus menyatukan dua insan menjadi satu, bak bejana yang sedang dibentuk sang Penjunan. Karena itu keduanya tidak pernah berhenti dari proses belajar untuk mengerti pasangannya.
ENDURES
Kata enduresdalam bahasa Inggris berarti memikul, menahan, menanggung. Dari bahasa Yunani (hupomenō). Kata ini dipakai dalam PB sebanyak 17 kali. Perhatikan1 Korintus 13:7 “Bear all things, believes all thing, hopes all thing and endures all thing”. (World English Bible). Dalam konteks kasih yang dibicarakan Paulus pada 1 Korintus 13, ayat 4 justru mendahului dengan kata “kasih itu sabar”; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kata sabar dalam bahasa Yunani (makrothumeō) berarti long suffer, have patience, kata dituliskan sebanyak 10 kali dalam PB.
Dengan kesabaran, pasutri dapat menanggung proses perjalanan panjang pernikahan mereka di segala musim kehidupan. Terutama dalam situasi pandemik yang berkelanjutan, pasutri harus lebih tangguh menahan segala deraan yang menerpa semua bidang.
LISTENING
Mendengar dan mendengarkan adalah dua aktivitas yang berbeda walau kelihatannya sama. Kita bisa full attention mendengarkan kotbah di gereja, sementara kita tetap bisa mendengar hiruk pikuknya lalu lintas di depan gedung gereja. Salah satu kegagalan berkomunikasi antar pasutri terletak pada kesediaan masing-masing untuk menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya. Sesibuk-sibuknya kegiatan kita, diperlukan teknik berkomunikasi untuk saling mendengarkan. Peribahasa mengatakan, kita diberi satu mulut, tapi diberi dua telinga.
Ada contoh di Lukas 10:39b-40a.“Mariaini justru duduk dekat kaki Yesus dan terus ‘mendengarkan’ perkataan-Nya, sedang Martha sibuk sekali melayani”. Adakalanya kita kurang mau mendengarkan pasangan kita berbicara. Tapi justru lebih sibuk dengan chatting yang ada di gadget kita, padahal duduk bersebelahan.
OVERCOMING
Pernikahan memang indah diimpikan, tapi fakta kadang berbicara sebaliknya. Seperti lirik lagu God on the Mountain: “Life is easy, when you’re up on the mountain. And you’ve got peace of mind, like you’ve never known. But things change, when you’re down int the valley. Don’t lose faith, for you never alone”
Semua musim kehidupan ada dalam kendali Tuhan. Atasi semua masalah hidup ini selalu bersama Tuhan. Justru mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah masalah yang ada di perjamuan kawin di Kana. Mereka kehabisan anggur. Tapi Yesus sanggup menyediakan anggur yang baik sampai sekarang. Karena itu andalkan Dia memimpin seluruh hidup pernikahan kita. (Yohanes 2:1-11, Mazmur 127).
VALUABLE
Kita adalah ciptaan Allah yang berharga dan dikasihi-Nya. (Yesaya 43:4). Pernikahan adalah suatu yang berharga, bukankah keluarga itu dibangun dengan investasi yang mahal. Every one want happiness, no one wants pain. Itulah sebabnya cinta itu perlu dirawat. Pasangan kita adalah ciptaan yang berharga, prioritaskan dia lebih dari segala kesibukan kita. Betul pekerjaan perlu tanggung jawab demikian juga pelayanan. Namun, jangan sampai mengabaikan pasangan maupun keluarga. Buatlah keseimbangan yang dinamis dan harmonis dalam tiap mengambil prioritas kepentingan. Buatlah “Quality Time” atas kesepakatan bersama.
EVERYDAY
Ya, cinta bukan dinyatakan hanya waktu kala jatuh cinta (falling in love), tapi tiap hari kita harus tetap jatuh cinta pada pasangan kita. Bukankah “kasih setia Tuhan selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Nya”. (Ratapan 3:23). Kasih Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita inilah yang memampukan kita mengasihi pasangan kita dari hari lewat hari. Ya tiap hari merajut cinta dengan pasangan yang selalu dibarui kasih agapē dari Tuhan.
Tiap pribadi bukanlah orang yang sempurna. Ada kekurangan masing-masing yang perlu saling melengkapikelebihannya. “A successful marriage isn’t the union of two perfect people. It’s that to imperfect people who have learned the value of forgiveness and grace” (Darlene Schacht).


