HomeIPTEK & PendidikanWisuda Ke-4 STT Sola Gratia Indonesia: Harapan Sungguh Ada Di Tengah Perkembangan...

Wisuda Ke-4 STT Sola Gratia Indonesia: Harapan Sungguh Ada Di Tengah Perkembangan Artificial Intelegence

“Harapan Sungguh Ada Di Tengah Perkembangan Artificial Intelegence” (Amsal 23:18) menjadi tema wisuda dan pengutusan Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sola Gratia Indonesia. Wisuda ke-4 ini dilaksanakan pada 13 Desember 2024 di Royal Regantris Cendana, Surabaya.

Wisudawan Sarjana Teologi

Wisudawan Sarjana Agama

Dari sepuluh mahasiswa yang diwisuda, enam adalah wisudawan Program Studi Teologi. Sedangkan empat lainnya wisudawan Program Studi Misiologi. Setelah melewati tahap perkuliahan, proses akademik dan proses pendidikan hingga lulus, akhirnya para wisudawan menyandang gelar Sarjana Teologi dan Sarjana Agama.

Dengan diwisudanya sepuluh wisudawan ini, maka jumlah keseluruhan alumni STT Sola Gratia menjadi 93 orang yang telah melayani di pelbagai denominasi gereja, lembaga-lembaga misi dan lembaga-lembaga kristen, lembaga pendidikan, instansi pemerintah yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia.

Agus Susanto

Melalui orasi ilmiahnya, Ir. Agus Susanto, M.Th. menjelaskan, bahwa para wisudawan sekarang ini masuk pada satu pintu kehidupan bernama “Trans Humanisme”. Manusia tidak sekedar bertahan hidup, tetapi mengelola hukum-hukum alam dan hukum-hukum biologi. Diubah seperti yang dilakukan oleh tokoh Samuel dalam Alkitab. Kesalehan Samuel sama seperti gurunya, Imam Eli.

“Wisudawan telah tamat terhadap pelajaran “kesalehan”. Tugas kita sekarang adalah menuju kesalehan sosial tersebut. Sekolah Teologia sekarang melahirkan para wisudawan yang saleh,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus Susanto mengatakan, para sarjana harus mempunyai revolusi ilmiah yang terus menerus dikerjakan. Artificial Intelegence atau AI ini ada ayatnya dalam alkitab. Dengan rekayasa genetik, manusia menjadi setengah dewa. AI bisa melakukan apapun. Bahkan kepalsuan bisa muncul menjadi kebenaran baru. Tugas wisudawan tidak ringan karena akan bertemu dengan trans humanisme ini.

“Tugas kita adalah menjadikan trans humanisme menjadi saleh, yaitu dengan pondasi takut akan Tuhan. Trans humanisme bagi kekristenan bukan sesuatu, karena inti dari pada hakekat keilmuannya ada di Injil Tuhan, tinggal kita takut akan Tuhan atau tidak,” ungkapnya.

Trans humanisme akan ada dan bergaul dengan kita. Semua bisa didekati dan diselesaikan dengan teknologi. Sebagai wisudawan, takut akan Tuhan dalam kesalehanmu, maka kamu bisa menjadi petunjuk akan trans humanisme yang menjadi jalan Tuhan. Sekali takut akan Tuhan, tetap takut akan Tuhan,” tegasnya di akhir orasi.

Pengutusan Mahasiswa Praktik

Usai ikrar alumni dibacakan, maka para wisudawan diserahkan kepada pengurus alumni STT Sola Gratia Indonesia. Pada kesempatan itu pula dilakukan pengutusan kepada mahasiswa praktik STT Sola Gratia Indonesia. Ada 17 mahasiswa yang diutus ke pelbagai tempat pelayanan di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua STT Sola Gratia Indonesia, Dr. Theofilus Sunarto, M.Th.

Sambutan-sambutan pada acara wisuda itu disampaikan, antara lain oleh Ketua Panitia, Teguh Santoso, M.Th.; Wakil Wisudawan, Yakob Davidson Leo, S.Ag.; Ketua STT Sola Gratia, Dr. Theofilus Sunarto, M.Th.; Pembina Yayasan Anugerah Semata Surabaya; dan Perwakilan Pembimas Kristen Jawa Timur.

Selamat untuk para wisudawan. Selamat berjuang dan berkarya untuk kemuliaan nama Tuhan, dan biarlah kita sama-sama saling mendukung dengan berlandaskan takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (doc/brkt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments