HomeGereja & MisiTanpa Dimuridkan Jemaat Bisa Lenyap

Tanpa Dimuridkan Jemaat Bisa Lenyap

Perintah dan kehendak Tuhan Yesus di Matius 28:19-20 sangat jelas bagi gereja zaman ini,  agar semua bangsa dijadikan murid Tuhan Yesus menurut pola yang Tuhan Yesus ajarkan.

Target Tuhan Yesus untuk setiap orang yang percaya setelah di baptis juga jelas, yaitu dijadikan murid Tuhan Yesus agar hidupnya serupa dengan Kristus (Roma 8:29), memiliki pikiran dan perasaan Kristus (Filipi 2 : 5 -8), hingga akhirnya hidup sempurna sama seperti Bapa di Surga (Matius 5:48).

Artinya, percaya dan dibaptis saja tidak cukup. Orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, tanpa dimuridkan menurut pola Tuhan Yesus, tidak akan pernah memiliki kehidupan yang serupa dengan-Nya dan sempurna di dalam Dia.

Mengapa Orang Kristen Menolak Dimuridkan?

Pengaruh dunia, hawa nafsu kedagingan, keinginan mata dan cinta akan uang masih banyak jadi daya tarik dari orang Kristen sehingga mereka tidak ingin hidup dijadikan murid Tuhan Yesus (1 Yoh 2:15-17).

Banyak orang Kristen lebih nyaman jadi ‘penonton’ ibadah, tapi menolak diproses menjadi murid. Mereka mau berkat-Nya, tapi tidak mau salib-Nya. Mau janji-Nya, tapi tidak mau karakter-Nya.

Pelajaran dari Turki

Jejak peninggalan gereja Smirna di Kota Turki

Selama perjalanan wisata rohani ke kota Turki mengunjungi tujuh jemaat mula-mula yang tertulis dalam Kitab Wahyu 2 – 3, merupakan pelajaran yang berharga bagi gereja zaman ini. Tujuh jemaat yang dibangun dengan susah payah di tengah arus filsafat dunia, penyembahan berhala bahkan sampai terbunuhnya seorang martir bernama Polikarpus di gereja Smirna.

Pada akhirnya ketujuh gereja ini dan kota Turki pusat ke Kristenan zaman dahulu sekarang hanya tinggal monumen. Setiap tahun di kunjungi turis Kristen dan non Kristen dari berbagai negara. Banyak gereja megah. Banyak masjid. Tapi kosong. Tidak ada umat yang beribadah, kecuali pemimpin agama dan keluarganya.

Lorong bawah gereja Smirna

Sebagian masyarakat Turki menjadi liberal dan atheis. Allah hanya di mulut, tapi hati jauh. Mereka percaya Allah, tapi tidak mengenal Dia. Lenyapnya tujuh gereja di kota Turki menjadi pelajaran berharga sekaligus alarm keras bagi gereja zaman ini.

Pilar bekas gereja Smirna saat ini

Gereja Besar Belum Tentu Bertahan

Kalau gereja hanya puas memenangkan jiwa, membangun gereja megah, mengumpulkan jemaat hingga ribuan, tetapi tidak memuridkan mereka menurut pola Tuhan Yesus, maka pada akhirnya karena tantangan dan arus zaman yang semakin sukar, kekristenan atau gereja bisa lenyap dari muka bumi. Sejarah Turki bisa terulang di NKRI.

Tragisnya, banyak gereja hari ini lebih mengikuti pengaruh dan arah dunia, daripada melaksanakan Amanat Agung. Lebih sibuk dengan jumlah, acara, dan pencitraan, daripada dengan proses menjadikan murid.

Wahyu 7:9-17 menunjukkan kerinduan Allah: semua bangsa menyembah dan memuliakan Anak Domba, hidup bersama Dia di Sorga. Kerinduan ini hanya terwujud kalau gereja serius memuridkan. Murid yang sejati akan memuridkan orang lain lagi. Multiplikasi, bukan sekedar adisi.

Peringatan untuk Pemimpin Gereja

Semoga para pemimpin gereja besar sadar, bahwa mengumpulkan jemaat banyak tanpa memuridkan adalah pelayanan yang sia-sia. Jemaat tidak dewasa. Tidak serupa Kristus. Dan ketika badai datang – penganiayaan, ajaran sesat, hedonisme – mereka akan gugur.

Ketika gereja sibuk membangun brand tapi lupa membangun murid, ia sedang menggali kuburnya sendiri. Pelajaran dari Turki sangat relevan. Tanpa pemuridan, gereja sehebat apapun bisa jadi museum. Sebagai gembala dan jemaat, kita diingatkan kembali ke Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

“Jangan sampai gereja lenyap di bumi ini karena Amanat Agung dilupakan dan tidak dikerjakan oleh para pemimpin gereja saat ini.”

(Ditulis oleh: Pdt. Agus Santoso – Pendeta Gereja Isa Almasih, Semarang)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments