LARI sudah menjadi gaya hidup sehat saat ini. Hampir setiap Sabtu atau Minggu pasti ada acara lari di pelbagai kota. Bahkan banyak event lari digelar rutin, baik yang diadakan oleh perusahaan-perusahaan retail hingga beberapa bank besar di Indonesia.
Perkembangan kegiatan lari membawa banyak dampak baik. Beberapa industri dan jasa yang menjadi pendukung acara lari selalu ketiban order dari EO (event organizer) untuk menyediakan ini dan itu. Sepatu lari juga menjadi sepatu olah raga paling laris belakangan ini, mulai dari merk-merk internasional sampai merk lokal. Demikian juga dialami penyedia jersey (kaos lari) yang sekali menerima order bisa ribuan buah. Penginapan-penginapan di sekitar lokasi event lari pun mendulang rejeki besar.

Manfaat Lari
Manfaat jasmani yang umum dikemukakan adalah kualitas tidur menjadi lebih baik. Yah, tentu karena capai jasmani, tubuh menuntut istirahat pemulihan yang cukup. Selain tidur lelap, tubuh kita juga memiliki otot-otot tubuh, persendian dan tulang yang semakin kuat. Ada satu hal paling disukai wanita, berat badan akan berkurang, cihuy… Ini dengan catatan loh… asalkan kalori terbuang kita saat lari dan aktivitas lainnya lebih banyak dari pada kalori masuk.
Meningkatkan kepercayaan diri sebagai salah satu manfaat lari terbaik secara mental. Hal ini karena pelaku merasakan tubuhnya sehat dan kuat. Apalagi kalau berat badan kita turun, kita tidak lagi memiliki perasaan was-was saat tampil di depan umum, jadi pede pokoknya. Bila sudah terbiasa mengalahkan catatan waktu atau jarak yang kita buat, maka mental yang tangguh akan terbentuk dalam diri kita, segala aktivitas dapat kita jalani dengan semangat.
Bila kita berlari bersama dengan orang-orang yang kita kenal atau dalam sebuah kelompok lari, maka akan muncul keinginan untuk berinteraksi, bahkan berinteraksi dengan orang yang belum kita kenal. Hobi menjadi alat pemacu mengenal lebih banyak orang, pergaulan dan pemikiran kita menjadi lebih luas. Belari dengan teman-teman selain meredakan pikiran yang berat, juga bisa menjalin relasi, seperti mendapat pacar, calon besan atau mitra usaha baru.
Siapa Yang Bisa Lari?
Banyak orang beranggapan bahwa lari hanya untuk orang-orang tertentu yang sehat dan kuat lari. Kalau kita melihat pelbagai info kesehatan, sebenanrnya tubuh manusia dirancang untuk bisa berjalan dan berlari. Bahkan telapak kaki kita, dengan pijakan yang tepat, memiliki struktur yang baik untuk menyalurkan goncangan saat lari atau melompat.
Christhoper Douglas dengan bukuanya Born to Run (best seller di AS), memaparkan hasil studinya bahwa tubuh kita dirancang sangat baik untuk lari, bahkan tanpa alas kaki. Pendapat ini meskipun ditentang banyak pihak, karena kaki manusia modern sudah tidak terbiasa berbenturan dengan tanah dan rumput, tetap saja disetujui banyak orang. Setiap orang memang diciptakan untuk dapat berlari.
Kalau kita tidak terbiasa olah raga lari akan menjadi riskan bila tiba-tiba memaksakan diri berlari. Seorang teman, pria berusia 60 tahun yang hampir tidak pernah berolahraga serius selama hidupnya, bertahap berlatih lari. Awalnya dia jalan kaki biasa sekitar lima hingga enam putaran (400 meter per putaran) di lapangan atletik dengan dua sampai tiga kali seminggu latihan. Setelah sebulan dan merasa cukup fit, empat putaran terakhir dia berjalan cepat sampai mulai berkeringat. Saat ini dia sudah biasa jalan normal dua putaran, jalan cepat dua putaran dan jogging (lari-lari kecil) empat putaran, kemudian pendinginan dengan dua putaran jalan cepat dan dua putaran jalan normal lagi. Nah santai kan?
Pakaian dan Sepatu Lari
Menggunakan pakaian tepat akan membuat lari terasa nyaman. Kenakan pakaian yang ringan, bagi Anda yang tidak terlalu berkeringat mengenakan t-shirt dan celana olah raga katun merupakan pilihan tepat. Tetapi yang mampu lari cukup jauh dan keringat Anda gobyos, pilihlah pakaian lari/ t-shirt dry-fit atau quick-dry yang cepat melepaskan air dari seratnya. Sebaliknya bila memilih katun, maka keringat Anda akan sulit kering karena sifat katun yang sangat suka menahan air atau kelembaban. Beragam merk pakaian lari tersedia di toko maupun lapak daring, ada pilihan cukup luas untuk harga maupun kualitas.
Bagiamana dengan sepatu lari? Wah ini salah satu perlengkapan lari yang paling penting. Ciri paling khas sepatu lari adalah: sepatu lari memilik sol tebal di bagian tumit dan menipis di bagian depan, dan beda ketebalannya (heel-drop) biasanya sekitar 8-14 mm; sepatu lari memiliki tiga sol, insole (sol bagian dalam, karet busa setebal 2-3 mm dan bisa dilepas), midsole (bagian tebal di bawah insole) sebagai tumpuan utama dan outsole (di bawah midsole) merupakan bagian paling bawah setebal 3-4 mm biasanya terbuat dari karet lebih keras dan berbeda warna dengan midsole.
Nah… olahraga lari yang murah dan menyegarkan tubuh ternyata menarik juga untuk dicoba. Saat melakukan, lakukanlah dengan santai dan tidak ngoyo. Mengajak teman akan semakin menyenangkan. Selamat berlari.
(Yahya Djuanda)


