Surabaya – Mengalami pertumbuhan dari kecil hingga dewasa selalu membawa dinamika yang berkelanjutan. Hal itu terlihat nyata dalam perayaan HUT ke-46 GPIB Bukit Zaitun di Jalan Wisma Mukti Surabaya, Minggu (12/04). Tepat pukul 08.00 pagi, ibadah syukur berlangsung khidmat, penuh makna, sekaligus semarak.
Nuansa sukacita terasa sejak awal ibadah. Alunan kolintang, paduan suara, dan persembahan musik lainnya mengiringi jemaat yang memadati gedung gereja. HUT ke-46 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan.
Firman Tuhan disampaikan Pdt. Jonathan Suitela, S.Si. Teol, dari 1 Petrus 4:7-11 dengan penekanan “hidup benar dalam pelayanan”. Ada 4 sikap yang digali dari nats tersebut: Pertama, sadar waktu Tuhan sudah dekat. Umat diingatkan untuk terus berjaga dan berdoa di setiap waktu.
Kedua, mengasihi tanpa syarat. Pelayanan sejati tidak memandang status, kekayaan, atau latar belakang. Totalitas memberi waktu, tenaga, dan hidup menyatakan Kristus sebagai kekuatan dan kebenaran dalam setiap kehidupan.
Ketiga, melayani dengan segenap hati. Artinya, dalam melayani memberikan pemahaman bahwa pelayanan hanya bagi Tuhan, dengan kapasitas dan kemampuan yang ada. Keempat, bersikap hati dalam kehidupan ini. Di tengah dunia yang bergelora, jemaat diajak peka membaca zaman dan berjalan dalam hikmat.
Secara khusus, Pdt. Jonathan berpesan kepada Generasi Z: “Gunakan waktu dengan hati-hati, layani semua orang dengan sepenuh hati, kembangkan potensi yang Tuhan beri, dan bicaralah serta melangkahlah dengan hikmat, sambil menempatkan Kristus sebagai Kepala Gereja.”
Usai ibadah, kebersamaan berlanjut dalam ramah tamah. Tim konsumsi menyajikan nasi, mie, ayam, dan soup yang hangat. Suasana akrab menegaskan tema yang bergema: dari kita, oleh kita, untuk kita.
HUT ke-46 GPIB Bukit Zaitun Surabaya menjadi bukti bahwa gereja bertumbuh bukan hanya dalam usia, tetapi juga dalam kedewasaan melayani – bersama, setia, dan relevan bagi zaman ini. (petrus-berkat)


