HomeJelajah KameraNatal DPC API Malang: Kobarkan Api Pelayananmu

Natal DPC API Malang: Kobarkan Api Pelayananmu

Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Peniel Tumpakrejo menjadi tempat diadakannya Natal Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pendeta Indonesia (DPC API) Malang. Acara yang digelar pada 12 Desember 2024 lalu, selain dihadiri Bupati Malang, Sanusi, juga dihadiri Ketua DPD API Jawa Timur, Pdt. Djoni Setiono, serta Ketua DPC API Malang, Pdt. Yulius Eddy Susanto.

Undangan lain yang datang di Natal tersebut, antara lain Pembimas Kristen Kemeterian Agama Kabupaten Malang, FKUB Malang, PGPI Malang, BKSG Malang, KKPD Mitra Malang, serta para gembala jemaat GPdI Pniel Malang.

Dihadiri Bupati Malang bersama jajarannya

Natal dengan tema, “Kobarkan Api Pelayananmu” ini benar-benar menjadi penggugah semangat bagi para pendeta, khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya untuk terus melakukan pelayanan hingga kedatangan Yesus kedua kali.

Ps. Lito Samsriwi saat berkotbah

Ps. Lito Samsriwi yang membawakan Firman Tuhan  dengan judul “Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” yang diambil dari Roma 12:11.

Ada tiga perintah. Pertama, ‘rajin’. Jika bekerja secara duniawi saja kita rajin, maka melayani Tuhan juga harus rajin. Kedua, ‘roh yang menyala-nyala’. Roh yang menyala-nyala tanpa melihat keadaan, baik saat keadaan senang maupun susah. Ketiga, ‘layanilah Tuhan’. Roh yang hidup pasti bisa melayani Tuhan. Pertanyaannya, bagaimana caranya?

Lebih lanjut Ps. Lito mengatakan bahwa problem yang terjadi saat kita tidak memiliki tiga perintah di atas adalah “Pura-pura” (Roma 12:9).

“Orang yang pura-pura akan membuat semua yang baik jadi nggak baik, semua yang ada jadi nggak ada, dan orang yang pura-pura tidak pernah bisa menghormati apa yang ada, dan selalu mencari apa yang tidak ada. Pura-pura menjadi musuh kita tak terkecuali para Tuhan. Pura-pura bekerja, pura-pura melayani Tuhan, pura-pura mencintai Tuhan dan lain sebagainya. Mereka yang pura-pura akan lebih cinta identitasnya dari pada pribadi Tuhan,” papar Lito.

Sedangkan ciri-ciri orang yang pura-pura adalah, hatinya terpisah dengan mulutnya (Yesaya 29:13-14). Sebagai hamba Tuhan janganlah kita hanya melayani sebatas mulut dan bibir saja, tetapi hatinya tidak pernah berjumpa secara pribadi dengan Tuhan, tidak pernah memuji Tuhan, tidak pernah membaca, menggumuli, intim dan menghidupi Firman Tuhan.

Jika yang diutamakan hanya identitas diri sebagai hamba Tuhan, maka yang terjadi adalah kepentingan diri. Berani memuji Tuhan, berani menyampaikan Firman Tuhan, tetapi hanya manipulasi karena semua hanya untuk dirinya sendiri. Yang terjadi adalah menipu Tuhan.

Ketika orang mendekat Tuhan hanya dengan mulut dan bibirnya, hatinya menjauh dari pada Tuhan, dan ibadahnya hanyalah perintah manusia yang dihafalkan. Orang seperti ini hidupnya kering dan tidak berbuah. Kepura-puraan membuat hatinya jauh dari Tuhan. “Beginilah Firman Tuhan: ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!’” (Yeremia 17:5).

Cara agar kita tidak pura-pura bisa dilihat di Yohanes 3:19-20. Supaya kita tidak jatuh dalam kepura-puraan, kita harus jaga hati, jaga pikiran, dan jaga perkataan.

Di akhir kotbahnya kita sebagai pelayan Tuhan diajak untuk mau menginstropeksi diri, apakah kita sudah menjadi pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh, apakah hati kita lebih menyukai Tuhan dari pada yang lain?

Dalam sambutannya, Ketua DPC API Malang, Pdt. Yulius mengatakan, kegiatan DPC API Malang ini selalu didukung oleh anggota dan hamba-hamba Tuhan yang ada. Tema kita ini kiranya menjadi penyemangat bersama dalam menyongsong tahun mendatang. Apa yang kita kerjakan tidak sia-sia, tetapi ada karya Tuhan di dalamnya.

Mewakili Bimas Kristen Kementerian Agama, Ibu Endah mengajak kita bersama memiliki semangat seperti api yang membakar dan memurnikan, serta menguji kita dalam menghadapi tantangan di dunia pelayanan. Kiranya hidup kita memiliki jiawa dan semangat yang menyala untuk membawa orang dalam kebenaran dan pertobatan.

Meski datang terlambat, Bupati Malang akhirnya hadir dan memberi sambutan, serta mengajak para pelayan Tuhan untuk bersama-sama mendukung program-program yang telah dicanangkan pemerintah daerah.

Kiranya melalui perayaan Natal DPC API Malang ini, kita sebagai hamba Tuhan makin semangat dalam mengobarkan api pelayanan dengan takut akan Tuhan. Selamat Natal dan selamat menyongsong tahun 2025 (doc/brkt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments