HomeLintas Agama & BudayaPertemuan BAMAG dengan Paslon Nomer Satu: Masalah Radikalisme dan Intoleransi Menjadi Prioritas...

Pertemuan BAMAG dengan Paslon Nomer Satu: Masalah Radikalisme dan Intoleransi Menjadi Prioritas Utama

Senin, 23 November 2020. Bertempat di Rumah Makan Ria Galeria, Surabaya. Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota nomer 1, Eri Cahyadi dan Armuji bertemu dengan para pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Surabaya. Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam ini selain mendengarkan visi misi dari paslon 1, pengurus BAMAG yang terdiri dari para pendeta mendapat kesempatan menanyakan hal yang berhubungan dengan kondisi, pengembangan, perbaikan serta inovasi untuk Kota Surabaya.

Menanggapi masalah radikalisme, SARA dan intoleransi yang kembali mencuat akhir-akhir ini, Eri berkomitmen membentuk sebuah wadah lintas agama yang berisi para pemuda masjid, pemuda gereja, dan pemuda dari agama-agama lain. Pemuda-pemuda inilah yang nantinya bergerak jika masalah seperti di atas itu muncul. “Tidak hanya itu, pemuda lintas agama ini juga akan diajarkan kebiasaan berbagi dan bertoleransi tanpa membedakan ras, suku, dan agama,” papar Eri yang punya prinsip bahwa bekerja adalah mengabdi dan melayani.

Terkait bonus demografi, Paslon 1 telah menyiapkan sebuah Akademi Surabaya yang dikelola bersama para pemuda. Akademi ini melatih anak-anak muda sesuai potensi masing-masing dan menggandengkannya dengan organizer terkait, sehingga diharapkan tidak ada abak muda usia produktif yang tidak bekerja. Pemerintah kota juga akan menyediakan gedung seni sebagai ajang untuk tampil dan berkreasi. “Tidak hanya mengutamakan pendidikan formal saja, tetapi men support juga pendidikan non formal,” jelas Eri yang bersedia menjadi calon walikota karena restu kedua orang tuanya.

Menjawab masalah banjir di Surabaya, Paslon Walikota Surabaya periode 2021 – 2024 menjelaskan, bahwa banjir ini terjadi karena luapan air laut, karena itu solusi utama adalah menaikkan pintu air, membuat waduk-waduk untuk menahan luapan air, menaikkan tingginya rumah pompa, memperketat perizinan rumah kavling yang tidak memperhatikan saluran air dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua Umum BAMAG Kota Surabaya, Pdt Sudhi Dharma menyampaikan, bahwa selama ini telah banyak kiprah BAMAG bagi pemerintah kota dan masyarakat. BAMAG tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pemain yang mensejahterakan kota ini. BAMAG tidak hanya fokus masalah gereja-gereja saja, tetapi berusaha hadir dengan gerakan untuk masyarakat luas, baik melalui My Home (pendidikan, pelatihan, pengembangan masyarakat) maupun Sejahtera Kota Sejahtera Kita (SKSK) Surabaya. Selain itu BAMAG juga menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh dan kelompok agama yang lain, baik yang ada di Surabaya maupun Jawa Timur.

Bekerja bersama masyarakat dan organisasi yang ada adalah tujuan paslon nomer 1 saat menjadi walikota nanti. Pemerintah Kota tidak mungkin bisa menjangkau semuanya jika bergerak sendiri. “Karena itu, apa pun yang menjadi program kerja organisasi masyarakan dan organisasi keagamaan yang ada, selama itu untuk kebaikan bersama, Pemerintah Kota akan mendukung, memberi fasilitasi, serta berkerja bersama,” tegas Eri yang ketika ditanya apa yang ditakuti saat mejabat walikota nanti, dijawab hanya takut pada Tuhan.

Bersama-sama dengan para pendeta, Eri pun di doakan agar yang terbaiklah yang nantinya memimpin Surabaya. Siapa pun yang terpilih nanti, itu merupakan rencana Tuhan, dan yang terbaik pasti datangnya dari Tuhan. BAMAG tetap mendukung serta menjadi partner dalam bekerja demi terwujudnya kota yang maju, makmur, adil dan sejahtera. (jhn/brkt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments