Enam destinasi rumah ibadah lintas agama yang menjadi tujuan wisata religi Forum Beda tapi Mesra (FBM) tahun ini, yaitu Pura Bhuana Kherta, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, GPIB Imanuel, Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Klenteng Eng An Kiong dan Vihara Dhammadipa Kota Batu.
Acara wisata religi ini adalah program rutin tahunan yang diadakan FBM dalam rangka merayakan setiap hari ulang tahunnya. Tujuannya agar tali persaudaraan diantara sesama anak bangsa dari beragam agama, suku, etnis dan budaya terjalin semakin erat dengan saling mengenal dan mengunjungi serta bersilaturahmi satu dengan yang lain diantara sesama umat beragama yang hidup di Indonesia.
“Ini merupakan implementasi dari visi FBM sebagai wadah komunikasi bagi insan lintas agama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan toleran,” ujar Ketua Umum FBM, Syuhada Endrayono.
Acara ini di ikuti oleh 60 peserta dari pelbagai umat lintas agama. Menurut salah satu Pembina FBM yang akrab di panggil pak Tirto, acara ini sangat bagus dan harus didukung karena bukan hanya sekedar acara berwisata biasa tapi mengajak para pesertanya untuk bisa belajar mengenal keberagaman tata cara dan budaya kehidupan beragama di Indonesia.
“Acara semacam ini perlu rutin diadakan agar terbangun sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sebagai realitas hidup yang ada di Indonesia” tambahnya.
Perjalanan sehari penuh di mulai dari areal Masjid Chengho Surabaya sebagai titik awal keberangkatan rombongan wisata religi. Pura Bhuana Kherta yang terletak di Singosari kabupaten Malang sebagai destinasi pertama, dilanjutkan kemudian menuju Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, GPIB Immanuel dan Masjid Agung Jami’ Kota Malang yang letaknya saling berdampingan di sekitar alun-alun kota Malang. Tujuan berikutnya mengunjungi klenteng Eng An Kiong di Jl. Laksamana Martadinata kota Malang, dan sebagai destinasi kelima menuju kota Batu untuk mengunjungi Vihara Dhammadipa yang merupakan destinasi terakhir dari seluruh rangkaian acara wisata religi FBM tahun ini.
“Senang sekali bisa mengikuti acara ini karena saya bisa jadi kenal dan punya teman-teman baru yang lain agama, sehingga bisa saling berbagi cerita dan pengalaman masing-masing” kata Novi, salah satu peserta yang ikut di acara ini.
Sebelum balik ke Surabaya, semua peserta menikmati makan malam di lantai lima sebuah restauran di Batu sambil menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan kota ini diwaktu malam, yang dihiasi pendaran lampu-lampu dari kejauhan bagaikan cahaya ribuan kunang-kunang yang bertebaran.
Usai makan malam dan berbelanja oleh-oleh untuk keluarga, semua peserta kembali ke bus untuk balik pulang ke Surabaya dengan membawa sejuta kenangan tentang betapa indahnya hidup berdampingan secara damai di bumi Pertiwi ini. (doc/brkt)




