HomeUncategorizedPelantikan KPPM Jawa Timur: Mempererat Persaudaraan dan Kesatuan Orang Maluku

Pelantikan KPPM Jawa Timur: Mempererat Persaudaraan dan Kesatuan Orang Maluku

Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Jawa Timur mengadakan pelantikan di Hotel Kyrie, Jalan Ciliwung No. 08, dengan tujuan mempererat semangat persaudaraan dan kesatuan di antara orang-orang Maluku di perantauan.

Frans Huwae, Ketua Umum KPPM 2025-2030, mengatakan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi orang-orang Maluku untuk memperkuat semangat Pattimura dan meneruskannya dalam setiap langkah bagi kemaslahatan warga di Jawa Timur.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Paul Tahalele, Prof. Hatane, dan Prof. Burhan. Suasana acara semakin meriah dengan perarakan tari lenso oleh para penari muda Maluku, bacaan Surat Cinta dari Bang Basri Latuconsina, dan lagu Gandonge yang membuat semua orang terhanyut dalam semangat anak Maluku.

Acara juga diisi dengan lomba makan papeda yang diadakan secara cepat. Papeda adalah makanan khas yang berasal dari sagu yang diproses seperti bubur dan ditemani kue colo-colo ikan cakalang yang diberikan kepada lima orang atau lebih.

Prof. Paul Tahalele sebagai Pembina KPPM, mengatakan bahwa pelantikan dewan pengurus KPPM Jawa Timur ini dapat mempererat persaudaraan Maluku dan memperkokoh kontribusi untuk Jawa Timur dan Indonesia.

“Maluku saat ini diurutan ke-33 termiskin, Pendidikan diurut ke-33 dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Meneladani Pattimura, kita harus keluar kemiskinan dan memiliki pendidikan Membangun Maluku dan menyediakan masakan bagi warga Maluku harus digalakan oleh semua jajaran mulai dari gubernur sampai ke jajaran yang dibawah,” kata Profesor yang sudah melalang buana di bidang bedah jantung di Indonesia.

Acara selanjutnya adalah makan papeda tanpa sendok dan garpu, yang dihadiri oleh Bapak Bisri Latuconsina dan Ibu Lia Istifhama. Mereka berdua sangat enjoy dengan lomba makan papeda dengan diseruput cepat. “Dengan adanya KPPM ini sebenarnya dapat memperkuat tali persaudaraan dan silahturahmi dengan sesama orang Maluku dan ini harus terus dipertahankan agar dapat menjadi lestari sepanjang masa,” kata Bapak Bisri Latuconsina.

Sedangkan Ibu Lia mengatakan sangat menyukai orang Maluku karena pandai menyanyi dan sangat senang dengan pertemuan hari ini.

Sementara itu, Mama Evi, pemilik Hotel Kyrie, mengatakan sangat senang dengan adanya acara Maluku di tempatnya. “Saya senang hotel saya dapat dipakai oleh orang Maluku. Ini menandakan saya juga bagian dari orang Maluku,” katanya. (petrus-berkat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments