HomeIPTEK & PendidikanGuru PAK SMA Surabaya Mulai Naik Kelas: Kuasai AI untuk Hadapi Tantangan...

Guru PAK SMA Surabaya Mulai Naik Kelas: Kuasai AI untuk Hadapi Tantangan Pendidikan Digital

SURABAYA (30/05/2026) – Transformasi dunia pendidikan di era digital mendorong para guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya. Menjawab tantangan tersebut, komunitas pendidik Tangan Guru menggelar pelatihan bertajuk “Guru Naik Kelas” yang secara khusus diperuntukkan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat SMA di Surabaya.

Program yang digagas oleh pendiri Tangan Guru, Lukas Yanuar H., S.Th., Gr., resmi dimulai pada 30 Mei 2026 dan berlangsung di Rumah Pergerakan, kawasan Gunung Anyar, Surabaya Timur. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian pelatihan selama satu bulan yang dijadwalkan berlangsung setiap hari Sabtu.

Mengusung tema peningkatan kompetensi guru di era teknologi, pelatihan perdana berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan pengembangan media pembelajaran digital. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana teknologi AI dapat membantu guru menyusun materi ajar, mengembangkan ide kreatif pembelajaran, hingga meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Materi disampaikan oleh Arie Lin, M.M., trainer dan coach dari Business Wisdom Institute yang juga dikenal sebagai dosen, konsultan bisnis, serta penggiat teknologi AI. Dalam pemaparannya, Arie menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi profesi guru, melainkan alat yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran apabila digunakan secara tepat.

“Guru tidak akan tergantikan oleh AI, tetapi guru yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya di hadapan para peserta.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Banyak guru mengaku memperoleh perspektif baru mengenai teknologi yang selama ini dianggap rumit dan jauh dari dunia pendidikan.

Sugiman, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut membuka cara pandangnya terhadap perkembangan teknologi masa depan.

“Mengikuti pelatihan AI bersama Pak Arie seperti membuka jendela masa depan. Rasanya seperti melihat logika di balik ‘sihir’—dalam satu menit sesuatu bisa langsung jadi,” katanya.

Hal serupa disampaikan Sarah, guru PAK yang merasa pelatihan ini menjawab kebutuhannya dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif.

“Sebagai guru PAK, saya rindu menulis cerita yang menginspirasi murid, tetapi sempat bingung harus mulai dari mana. Workshop AI ini seperti jawaban doa. Saya jadi lebih mampu menuangkan kreativitas dalam mengajar,” tuturnya.

Sementara itu, Ary mengaku awalnya hanya mengantar sang istri mengikuti pelatihan. Namun tanpa disangka, dirinya justru menemukan manfaat besar dari teknologi AI untuk mendukung pelayanan kepada generasi muda.

“Awalnya saya hanya menemani istri, tetapi justru menemukan ‘senjata’ baru untuk pelayanan. AI ini sangat membantu. Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ujarnya.

Bagi Rina, pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi baru, tetapi juga membantu guru tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Pelatihan ini melengkapi saya sebagai guru. Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana tetap relevan dan mampu bersaing dengan generasi sekarang tanpa kehilangan integritas dan takut akan Tuhan,” katanya.

Pendiri Tangan Guru, Lukas Yanuar H., menjelaskan bahwa lahirnya program Guru Naik Kelas berawal dari kegelisahan banyak guru PAK yang menghadapi tantangan dalam proses seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kementerian Agama, sekaligus keterbatasan penguasaan teknologi digital yang masih dirasakan sebagian guru.

Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus belajar dan memperbarui kompetensinya, baik dalam aspek pedagogik maupun penguasaan teknologi.

“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi,” ungkap Lukas.

Melalui program yang akan berlangsung selama empat pekan ke depan, Tangan Guru berharap dapat membangun komunitas pendidik yang adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Di tengah derasnya arus transformasi digital, pelatihan Guru Naik Kelas menjadi bukti bahwa para guru tidak hanya siap mengikuti perubahan, tetapi juga siap menjadi penggerak perubahan bagi generasi masa depan Indonesia. (doc/brkt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments