HomeJelajah KameraHUT Ke-1 Yayasan MKDS: "Diberkati Untuk Menjadi Berkat”

HUT Ke-1 Yayasan MKDS: “Diberkati Untuk Menjadi Berkat”

Surabaya, 15 Agustus 2026 — Suasana syukur dan sukacita memenuhi Restaurant Mahameru, Jl. Diponegoro, Surabaya. Yayasan Mitra Kasih Damai Sejahtera (MKDS), merayakan Hari Ulang Tahun ke-1 dengan tema “Diberkati untuk Menjadi Berkat” dan sub tema “Menuntaskan Amanat Agung Yesus Kristus”.

Perayaan 1 tahun ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi cermin bahwa dalam waktu singkat, MKDS sudah melangkah dari visi menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pembimas Kristen Provinsi Jawa Timur Luki Krispriyanto, Anggota Dewan Provinsi Jawa Timur Erick Komala, Pendiri Yayasan MKDS Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, serta perwakilan dari Bamag, PGLII, PGI, API Jawa Timur, ormas Kristen, dan para hamba Tuhan se-Jawa Timur.

Setahun Melayani Tanpa Henti

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan MKDS Hevron Daniel memaparkan beberapa kegiatan pelayanan selama 1 tahun. “MKDS tidak ingin hanya jadi nama di atas kertas. Kami terpanggil turun ke lapangan,” ujarnya.

Beberapa aksi nyata yang sudah dilakukan MKDS antara lain: Kunjungan pelayanan ke Lapas Porong untuk membawa pengharapan bagi warga binaan; Makan Sehat Gratis yang dihadiri sekitar 200 orang. Acara ini merangkul pengemis, gelandangan, pemulung, aparat, dan masyarakat miskin lainnya tanpa membedakan.

Selain itu, penyaluran sembako dari Dewan Provinsi untuk anggota MKDS yang membutuhkan; Kerja sama dengan BRI untuk menerbitkan kartu anggota berbasis e-tol; Pengobatan katarak gratis bagi pengurus dan anggota MKDS; dan Seminar perpajakan bersama Kantor Pajak Wilayah Jatim khusus untuk gereja, gembala, dan pengurus gereja agar tata kelola menjadi lebih baik.

“Kami percaya, memberkati dimulai dari hal-hal kecil yang menyentuh langsung hidup banyak orang,” tambah Hevron.

Dipanggil Menjadi Berkat

Ketua PGLII Jawa Timur, Pdt. Bambang, menegaskan panggilan gereja di zaman ini. “Kita dipanggil bukan untuk menjadi besar, tapi untuk menjadi berkat. Dan MKDS sudah membuktikan itu dalam setahun ini.”

Hal senada disampaikan Pembimas Kristen Jatim, Luki Krispriyanto. “Perjalanan satu tahun ini adalah tonggak penting. Ini kesempatan kita untuk refleksi. MKDS semakin nyata memberikan kontribusi kepada masyarakat, gereja, dan pemerintah. Sinergi seperti ini yang kita butuhkan.”

Pesan dari Pemerintah: Bersatu dan Peka

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menyebut HUT ke-1 ini sebagai momentum menentukan bagi kebersamaan dan keberlanjutan Yayasan.

“Penting sekali memiliki wadah untuk hal-hal positif, untuk menjawab berbagai permasalahan masyarakat, bangsa, dan negeri ini,” kata Wagub Emil.

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bersatu padu dan peka terhadap persoalan di sekitar. “Kita harus bersama-sama peka. Seperti kasus pembakaran ijazah, penahanan ijazah, dan persoalan sosial lainnya. Di situlah kehadiran yayasan seperti MKDS sangat dibutuhkan.”

Sementara itu, Anggota Dewan Provinsi Jatim Erick Komala mengingatkan tantangan ke depan. “Membuat yayasan itu mudah, tapi mempertahankannya itu yang sulit. Apalagi di tengah destruktif teknologi dan perbedaan generasi. Cara pandang kita, sikap kita dalam menghadapi masalah akan diuji. Mari kita jaga bersama.”

Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan MKDS, Hevron Daniel, yang kemudian diserahkan kepada Pendiri MKDS, Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, sebagai simbol penghormatan dan estafet pelayanan.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan ramah tamah, menjadi momen keakraban antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.

Di usia 1 tahun, MKDS sudah menunjukkan arah yang jelas. Tema “Diberkati untuk Menjadi Berkat” tidak berhenti di slogan. Ia hidup dalam setiap piring makanan gratis, setiap mata yang disembuhkan dari katarak, dan setiap doa yang dipanjatkan di Lapas Porong.

Selamat ulang tahun ke-1, Yayasan MKDS. Kiranya di tahun-tahun mendatang, Amanat Agung terus dituntaskan, satu jiwa, satu keluarga, satu komunitas pada satu waktu. (doc-berkat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments