HomePercikan FirmanKarunia Roh dan Karakter

Karunia Roh dan Karakter

KARUNIA Roh merupakan pemberian Tuhan kepada orang percaya. Sebagai kelengkapan diri dalam melayani jemaat seperti di tulis di dalam 1 Korontus 12: 1-11, Roma 12: 6-8. Kita percaya bahwa setiap orang percaya pasti memiliki karunia Roh yang spesifik nampak menonjol dalam pelayanan di tengah jemaat.

Karakter itu berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus yang melakukan bongkar pasang atau pembaharuhan budi setiap orang percaya dari hari lepas hari sebagaimana di tulis dalam Efesus 4: 20-24.

Perubahan karakter dari manusia lama menjadi manusia baru berlangsung melalui suatu proses, sehingga mencapai hasil hidupnya semakin serupa dengan Kristus (Roma 8 : 29) dan semakin memiliki pikiran dan perasaan Kristus (Filipi 2: 5-8). Hal ini hanya bisa terjadi ketika kita mau dan dengan rela memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5: 18) agar karakter kita diubah.

Kontradiksi di Lapangan

Fatalnya dalam praktik di lapangan banyak para pelayan jemaat yang memiliki karunia Roh luar biasa, misalnya: kesembuhan, mujizat, nubuatan, mengajar, sampai menjadi berkat bagi banyak orang dalam pelayanannya.

Tetapi karakternya masih jeblok, sombong diri, susah di nasihati, semaunya sendiri. Gampang mutungan apabila idenya tidak di tanggapi, tidak mudah terima kritikkan. Masih suka mementingkan diri sendiri dari pada kepentingan orang lain.

Karakter yang jeblok ini merusak pelayanan yang telah dibangun dengan susah payah bertahun – tahun dalam pelayanan di ladang Tuhan. Karakter ini membawa dirinya jatuh dalam pelbagai dosa terutama penggunaan uang persembahan. Godaan selingkuh dengan wanita atau pria lain. Repotnya ia tetap mau duduk di pucuk pimpinan meskipun kemampuannya sudah berkurang jauh dari harapan dan kebutuhan pelayanan saat ini.

Tidak Sadar Karakternya

Herannya meskipun karakternya jelek, karunia Roh yang dimilikinya tetap berjalan terus di dalam hidupnya. Mengapa demikian? Karena karunia Roh merupakan pemberian Allah secara cuma-cuma kepada seseorang yang dikasihi sesuai kehendaknya. Sedangkan karakter adalah pribadi orang yang memperoleh karunia Roh apa adanya yang ditampilkan dalam perkataan dan tingkah lakunya.

Karakter ini pekerjaan Roh Kudus yang membongkar pasang watak kita yang tidak cocok dengan watak Kristus. Baik dan tidaknya karakter kita sangat tergantung kepada kerelaan diri untuk menjalani proses pembentukan yang sedang dikerjakan Roh Kudus. Seharus semakin lama kita mengenal dan bertumbuh di dalam Kristus maka semakin baik karakter dan watak kita, sebab seiring dengan pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus dalam diri kita.

Bagaimana Sikap Kita?

Sayangnya masih ada diantara kita yang belum siap dan belum rela menerima proses pembentukan karakternya sesuai dengan karakter Kristus. Kita kadang masih suka mempertahankan karakter lama kita sambil memaksa diri untuk memakai karakter baru kita. Hal ini mustahil seperti di jelaskan dalam Efesus 4: 20-24.

Seorang pemimpin atau pelayan jemaat boleh memiliki karunia Roh yang luar biasa, tetapi harus memiliki karakter Kristus. Karakter diri yang jelek ini daya perusaknya semakin besar dalam pelayanan dan kepemimpinan di jemaat. Bandingkan Yusuf dan Simson. Raja Saul dan Raja Daud. Musa dengan Yosua. Petrus dengan Yudas, Timotius dengan Demas murid Rasul Paulus.

Seharusnya semakin kita memiliki karunia Roh yang luar biasa, maka karakter kita harus semakin berubah seiring dengan karunia Roh itu. Sehingga pribadi kita dan pelayanan kita, kepemimpinan kita menjadi berkat dan teladan bagi orang yang kita layani.

Bagaimana dengan pribadi kita saat ini? Sudahkan karakter kita semakin serupa dengan Kristus? Atau masih memakai karakter yang sama sebelum percaya kepada Kristus? Jika mau berubah serahkan dengan rela dirimu kepada pimpinan Roh Kudus dan Firman Allah.

Roh Allah Mengubah Karakter Diri

Roh Allah yang diam didalam setiap hidup orang percaya bukan hanya bukti bahwa Tuhan Yesus menyertai mereka senantiasa. Bukan cuma mengajarkan jalan hidup yang benar. Mengingatkan Firman Allah dalam hidup kita supaya hidup kita berkenan di hadapan Allah.

Roh Allah yang diam didalam diri setiap orang juga melakukan proses bongkar pasang karakter kita. Dari karakter yang jelek, penuh dosa dan hawa nafsu kedagingan menjadi karakter buah Roh yang sesuai dengan standar Allah (Galatia 5:19-23).

Hal itu terjadi karena kita sadar dan rela mau memberi diri dipimpin Roh Kudus (Galatia 5 : 18). Tanpa kesadaran dan kerelaan diri kita diproses dan dibentuk oleh Roh Allah mustahil hal ini bisa terjadi dalam hidup kita.

Pembaharuan dan bongkar pasang karakter itu dikerjakan Roh Allah hari lepas hari sampai benar-benar muncul karakter baru sama seperti karakter Kristus di hidup kita (Efesus 4 : 20 – 24).

Sebelum percaya Tuhan Yesus karakter kita itu jelek, suka marah, suka bohong, senang mencuri, suka ngomong jorok, sering mempermalukan Allah dan mendukakan Roh Kudus. Punya kepahitan hati, suka mabuk, suka bertengkar, sok jagoan (Efesus 425-32). Tetapi sekarang setelah Roh Allah ada di dalam hidup kita karakter kita secara perlahan dan pasti diubah menjadi sama seperti karakter Kristus. (Galatia 5: 22-23, 1 Korintus 13:4-8).

Sudahkah kita mengalami hal ini dalam hidup kita? Sudahkah pengurapan Roh Allah kita nikmati dan alami dalam hidup kita? Serahkanlah diri kita secara total kepada Allah dan relakan hidupmu dipimpin oleh Roh Allah. Maka hidup baru dan karakter baru akan kita alami dalam hidup kita hari lepas hari.

(Pdt. Agus Santoso)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments