Agenda rutin Persekutuan Doa Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Surabaya kali ini bertepatan dengan hari peringatan Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2024. Diadakan di GKI Emaus Surabaya, acara sebulan sekali tersebut sebagai sarana berkumpul serta bersekutu bersama gereja-gereja lintas denominasi yang ada di Surabaya.
GKI Emaus sendiri sudah mendukung keberadaan BAMAG sejak awal mula berdiri. Tak heran jika penatua Herman Pontoh (alm) sebagai utusan GKI Emaus mengabdikan dirinya di kepengurusan BAMAG sejak tahun 1979. Selain itu, ada Pdt. Timothy H. Limanto (alm) dari GKI Emaus yang juga aktif di kepengurusan dan kegiatan BAMAG Surabaya.
Sebagai bentuk peghargaan atas pengabdian yang telah mereka berikan, di acara Persekutuan Doa Pagi ini, BAMAG memberikan kenangan buku Majalah Berkat edisi khusus 35 tahun kepada keluarga almarhum. Kenangan kepada keluarga Herman Pontoh diberikan oleh Pdt. Sudhi Dharma, dan untuk keluarga Pdt. Timothy H. Limanto diberikan oleh Boedi Sentosa.

Khotbah singkat disampaikan oleh Pdt. Yohanes Putra Pratama yang dilandaskan dari bacaan Markus 9:38-50. Kotbah dengan tema, “Karya yang tak terbatas” itu menegaskan, bahwa karya Tuhan tidak bisa dibatasi. Murid Yesus dilanda gejala narsis (cinta diri sendiri) karena ada kuasa lain diluar kelompok mereka. Hanya merekalah yang boleh melakukan karya besar di dalam Tuhan Yesus.
Jika membaca di ayat sebelumnya (33 – 37), Yesus mengingatkan tentang siapa yang terbesar diantara para murid. “Baru saja diajar rendah hati tapi bersikap narsistik. Mareka jadi terhambat untuk mengenali misi Yesus datang ke dunia. Melawan kuasa lain termasuk kuasa setan. Sewajarnya kita menghargai keberadaan yang lain jika melihat karya Yesus dilakukan orang atau kelompok lain,” papar pendeta GKI Emaus tersebut.
Betapa kita mungkin mungkin sering bersifat narsis. Merasa diri paling baik, paling rukun dan paling sempurna. Mengklaim keluarga yang paling baik dan kemudian merasa berhak menghakimi keluarga lain. Memeriksa keluarga lain dengan sudut pandang keluarga kita. Kita lupa bahwa ada keindahan lain yang bisa dilihat dari keluarga orang lain.
Demikian juga dengan gereja. Seringkali justru terjadi saingan, saling berkompetisi, iri dengan kegiatan gereja lain dan sebagainya.
Mari kita menjadi wadah persekutuan yang berkolaboratif dan tidak lagi berkompetitif. Kita perlu melihat karya Allah yang tak terbatasi. Tak terbatas oleh gedung gereja tertentu saja. Ya, karya Allah itu tak terbatas, baik di Indonesia maupun seluruh penjuru dunia. Kita perlu waspada agar kita tidak narsis sebagai satu tubuh Kristus dan kenali karya Allah yang tak terbatas itu.

Ketua Umum BAMAG Kota Surabaya, Boedi Sentosa menyampaikan beberapa pengumuman terkait kegiatan BAMAG, antara lain program kerjasama dengan seluruh Sekolah Tinggi Teologi (STT) seluruh Surabaya, kerjasama dengan Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, program UMKM bersama BAMAG, program hibah dan renovasi gereja bersama pemerintah provinsi yang saat ini sudah ada 15 gereja yang mendapat bantuan, dan program kerjasama dengan Rumah Sakit Soewandhi berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi hamba-hamba Tuhan.
Adapun agenda kegiatan BAMAG lainya, antara lain program 1.000 pendoa kota, serta bazar rutin yang diadakan empat kali dalam setahun. “Bazar di bulan Desember nanti diadakan pada 5 – 8 Desember 2024. Dana yang dihasilkan semuanya untuk membantu gereja-gereja yang membutuhkan,” jelas Boedi Sentosa.
Turut memberi sambutan di acara yang dihadiri hamba-hamba Tuhan dari pelbagai denominasi gereja tersebut, KH. Abdul Motholib mewakili Forum Beda tapi Mesra. Forum yang disingkat FBM ini merupakan forum lintas agama yang lahir dan dibentuk oleh BAMAG.
Sebagai dewan pengawas di FBM, Abdul Mutholib menekankan tentang kerukunan. Seperti Pancasila yang kita peringati hari ini, yaitu mengajarkan untuk hidup bersatu, hidup rukun dan damai. “Kerukunan jangan dibatasi oleh agama dan keyakinan. Ciptakan kerukunan melalui silaturahmi dan tegur sapa antar umat beragama, dan itu harus dikenalkan mulai usia dini kepada anak-anak kita,” paparnya. (doc/brkt)


