SURABAYA – Sekitar 100 orang lebih berkumpul di GGP Harvest, Ruko Villa Bukit Mas, Surabaya pada Kamis, 15 Mei 2026, untuk merayakan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus yang diselenggarakan oleh Komunitas Berkat Bagi Bangsa (KB3) Surabaya.
Dengan tema “Gembala yang Berintegritas dan Rendah Hati”, ibadah ini menjadi pengingat bahwa naiknya Kristus ke Surga bukan akhir, melainkan awal dari sebuah panggilan besar bagi setiap pengikut-Nya.

Firman Tuhan disampaikan oleh Ps. Daniel Haffyananda dengan dasar Matius 28:19-20. Ia menekankan bahwa sebelum naik ke Surga, Yesus meninggalkan satu amanah terbesar: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”
“Di sini Yesus meninggalkan satu amanah terbesar, yang kita kenal sebagai Amanat Agung,” ujarnya.
Menurut Ps. Daniel, amanat ini hanya bisa dijalankan jika hidup kita selaras dengan kebenaran.
Berintegritas berarti hidup dalam kebenaran dan ketulusan. Ada kesesuaian antara kata dan perbuatan. “Hidup kita harus menjadi khotbah yang hidup,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan tidak dilakukan dengan banyak gaya atau pencitraan. “Melayani jangan banyak gaya, pasti akan jatuh. Melayani dengan tulus dan penuh pengorbanan, dengan tetesan darah. Yesus sendiri adalah teladan.”
Meski hari itu merayakan Kenaikan-Nya, Ps. Daniel mengajak jemaat untuk terus meneladani Kristus: menjadi teladan yang baik, jujur di hadapan Tuhan, dan rendah hati dalam setiap panggilan.
Ibadah semakin khidmat dengan persembahan pujian dari Vocal Group Kabaresi dan Vocal Group Genesis. Suara yang dipersembahkan menjadi ungkapan syukur atas kemuliaan Kristus yang naik ke Surga.

Dalam sambutan, Johanes Purwono, Ketua KB3, mengajak seluruh yang hadir: “Jadilah berkat dimulai dari hal-hal kecil dalam hidup kita.”

Sementara Yordan Batara Goa, Pembina KB3, mendorong agar komunitas ini benar-benar menjadi terang bagi kota: “Mendorong kita semua untuk menjadi berkat bagi bangsa, dimulai dari keluarga dan lingkungan. Yang penting lagi bisa menjadi terang. Persoalan toleransi yang belum sepenuhnya tuntas, kesulitan pendirian rumah ibadah, masalah sampah di kota, dan kita dipanggil menjadi solusi.”
Sambutan ini menempatkan iman bukan hanya di ruang ibadah, tetapi di tengah persoalan nyata masyarakat Surabaya.

Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 2026 bersama KB3 Surabaya ditutup dengan doa bersama. Dimulainya kemuliaan Kristus di Surga menjadi pengingat dimulainya tanggung jawab kita di bumi: hidup jujur, melayani dengan tulus, dan menjadi berkat di mana pun Tuhan tempatkan.
Seperti kata Ps. Daniel, “Kita harus jujur di hadapan Tuhan.” Karena hanya dari kejujuran dan kerendahan hati, lahirlah gembala-gembala yang berintegritas untuk bangsa ini. (doc-berkat)


