Surabaya – Merajut, sebuah kegiatan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi para peminatnya. Bagi komunitas Merajut GKI Ngagel, merajut bukan hanya sekedar hobi, tapi juga sebuah cara untuk mempererat hubungan, meningkatkan kreativitas, dan memberikan kebahagiaan bagi orang lain.
Ditemui setelah giat merajut di GKI Ngagel, Rabu (3/12), ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Merajut GKI Ngagel ini tidak bisa menyembunyikan kebanggaan dan kebahagiaan mereka. Mereka bertukar pikiran tentang apa yang sudah dilakukan, penuh semangat dan kegairahan setelah beberapa waktu di buat kekaryaan mereka.
Ibu Lisa Maureen, salah satu anggota Komunitas Merajut GKI Ngagel, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun setelah pasca covid. “Kegiatan Merajut yang dilakukan ini setelah 2 tahun pasca Covid,” kata Lisa.
Kegiatan ini juga memiliki fungsi yang apik, yaitu untuk memotivasi para lansia agar tetap aktif dan bergerak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. “Motivasi dari kegiatan ini agar para lansia dapat terus aktif dan bergerak dalam melakukan aktifitas mereka sehari-hari,” lanjut Lisa.
Ada 34 hasil rajutan yang dipresentasikan pada hari natal ini, dan semoga dapat memperkaya dan memberkati umat yang akan merayakan Natal di GKI Ngagel. Lansia GKI Ngagel terus bergerak dan beri arti bagi Jemaat.
Sunanti, salah seorang perajut, mengatakan bahwa ia senang mengikuti kegiatan ini karena dapat merajut sesuatu yang dapat digunakan sendiri maupun dapat memperbanyak teman. “Saya senang sekali karena kegiatan ini dapat berkomunitas dengan semua orang khususnya lansia dan rajutan yang saya buat dapat dipakai sendiri dan juga bisa di jual,” singkat Sunanti.
Kegiatan merajut ini memang sederhana, tapi memiliki dampak besar bagi para peminatnya. Mari kita dukung dan apresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini, yang dapat mempererat hubungan dan meningkatkan kreativitas kita! (petrus-berkat)


