HomeJelajah KameraPersekutuan Doa Pagi Bamag Surabaya Tekankan Kerukunan di Tengah Tantangan Ekonomi

Persekutuan Doa Pagi Bamag Surabaya Tekankan Kerukunan di Tengah Tantangan Ekonomi

Surabaya – Suasana khidmat namun hangat mewarnai Persekutuan Doa Pagi rutin Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Surabaya yang digelar di GBT Mawar Sharon pada 9 Juni 2026. Hadir pengurus Bamag Surabaya, para aktivis, dan jemaat dari pelbagai lintas denominasi gereja, berkumpul untuk merenungkan panggilan hidup bersama dalam kerukunan.

Para pendoa

Sementara itu, pujian meriah mengawali ibadah sebagai persembahan kemuliaan bagi Tuhan.

Pdt. Felix

Pdt. Felix Febriliant Gunawan, S.M., M.Th., gembala GBT Mawar Sharon, membawa renungan dari Mazmur 133:1-3 dengan tema “Hidup Baik Bersama Orang Lain”. Ia mengingatkan bahwa ketidakrukunan sering lahir dari sikap merasa paling benar, sementara perpecahan muncul ketika kemenangan pribadi lebih diutamakan dari persatuan.

“Waktu yang paling tepat untuk bertemu kembali adalah sekarang,” tegas Pdt. Felix. Ia mengajak jemaat membuka ibadah dengan pertanyaan reflektif dari Kejadian 2:18: “Sudahkah kita menghargai orang-orang di sekitar kita?”

Sinergi Gereja dan Doa untuk Bangsa

Boedi Sentosa

Ketua Umum Bamag Surabaya, Ir. Boedi Sentosa, M.PM menyampaikan update program hibah dari hasil kerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Saat ini sudah ada 350 lebih gereja yang telah menerima bantuan. Ia berharap, selain layak secara fisik, gereja juga perlu membenahi manajemen agar tempat ibadah semakin nyaman. Di tengah kondisi ekonomi, Boedi Sentosa mengajak seluruh jemaat berdoa meminta hikmat Tuhan, menyusul penurunan IHSG lebih dari 35 persen dan pelemahan rupiah terhadap dolar yang menembus Rp. 18.000,- lebih.

Willy Purwosuwito

Willy Purwosuwito, M.A., M.Th., selaku penasihat Bamag menambahkan penjelasan tentang peran Bamag dalam bersinergi dengan sekitar 900 gereja jejaring. Menjelang HUT Bamag Surabaya ke-51 pada 27 Juni 2026, ia mengumandangkan moto: “Bamag tidak bersaing tapi bersanding.”

Seminar Kesehatan: Teknologi Baru Atasi Prostat

dr. Edwin Ongkorahardjo

Usai ibadah, peserta mengikuti seminar kesehatan bersama dr. Edwin Ongkorahardjo, Sp.U, MARS, Direktur RS. Adi Husada Undaan Wetan, Surabaya. Mengangkat materi “Penyakit Prostat, Bukan Awal dari Suatu Akhir bagi Laki-laki”. dr. Edwin memperkenalkan teknologi “Rezum” yaitu pengobatan prostat dengan uap air tanpa pengerokan.

Alat sekali pakai ini berbiaya sekitar Rp35 juta, dengan total biaya perawatan Rp70–100 juta tergantung kelas perawatan. RS. Adi Husada menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ini. Sayangnya, layanan Rezum belum ditanggung BPJS. Dr. Edwin juga menambahkan bahwa melalui beliau, para hamba Tuhan bisa mendapatkan harga khusus. Ia mengingatkan bahwa pembesaran prostat meningkat seiring usia, dan bila dibiarkan dapat menyebabkan gagal kencing, batu ginjal, hingga gagal ginjal.

Persekutuan Doa Pagi ini kembali menegaskan peran Bamag sebagai jembatan antar gereja, menghadirkan bukan hanya persekutuan rohani, tetapi juga kepedulian nyata bagi kehidupan jemaat gereja secara khusus, dan kehidupan masyarakat luas secara umum. (doc/berkat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments