Surabaya – Jollene Ferischea, Miss Youth Indonesia 2025, membuktikan bahwa berprestasi dan berkarya dapat dilakukan dengan berbagai macam cara untuk membanggakan keluarga, sekolah, dan kota bahkan negara Indonesia. Jolyne, yang menyingkirkan 17 finalis dari berbagai kota, sangat percaya diri dan bangga dapat mempresentasikan Jawa Timur kepada semua kontestan.
Dalam wawancara eksklusif di sela-sela ajang paguyuban BERANI Surabaya, di hotel Four Points Minggu 7 Desember 2025, Jollene dengan bangga mengatakan bahwa ajang Miss Youth Indonesia 2025 ini adalah ajang yang perdana baginya dan sebuah kehormatan dalam mempresentasikan Jawa Timur.
“Ini adalah ajang yang pertama kali diadakan di Indonesia dimana semua provinsi ada mulai dari Maluku, DKI Jakarta dan Lainnya berkompetisi dalam ajang Miss Youth Indonesia dan kegiatan ini kita di karantina mulai dari tanggal 7 Agustus sampai dengan tanggal 17 Agustus 2025,” katanya dengan semangat.
Jollene mengatakan bahwa kendala yang dihadapi dalam kompetisi ini adalah berpikir cepat dan kritis dalam menyelesaikan sesi debat. “Kendala yang dihadapi dalam ajang yang bergengsi ini manakala harus menjawab dalam sesi debat dengan menjawab cepat dan kritis dalam waktu yang telah disediakan,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, Jollene berlatih lebih intens dalam memperkaya dan memperdalam materi serta membangun kepercayaan diri. “Saya pun juga mengatur waktu untuk tampil tenang dalam sesi tersebut, alhasil saya mendapatkan juara Winner Keyword Challenge,” semangat perempuan yang bergereja di St. Yakobus.
Jollene termotivasi dalam kegiatan ini karena ingin memberikan advokasi bagi provinsi dan kota tercinta Surabaya. “Motivasi saya dalam mengikuti kegiatan ini agar dapat mengadvokasi Indonesia lewat programnya Jolenesia. Artinya dengan mengedukasi lewat budaya seperti membatik, mempresentasikan tari pesona jatim dan memperkenalkan bandara Doho lewat Sosmed yang ia punyai dapat menampilkan Jawa Timur sebagai pesona pariwisata yang dapat dikembangkan dalam upaya melestarikan budaya dan karakteristik budaya bangsa ke seluruh pemirsa pada waktu itu,” tutur siswa kelas 1 SMA Petra 1 Surabaya.
Selain itu, Jollene juga tidak hanya advokasi budaya saja yang diikuti melainkan juga kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat mendukung kemaslahatan masyarakat. “Kegiatan-kegiatan yang mendukung kemaslahatan masyarakat diantaranya pemasangan kaki palsu dan donor darah,” ungkapnya.
Sebagai harapan, Jollene berharap lewat kehadirannya di ajang ini dapat memberikan sumbangsih aktif dalam membangun manusia yang bermutu dan berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Semoga kita warga Surabaya semakin kompak dan seluruh warganya dapat terus menjadi yang terbaik di tahun emas terlebih dengan kepemimpinan Walikota Eri Cahyadi semakin menjadi maju dan jaya kedepan,” singkatnya. (petrus-berkat)


