Surabaya – Perayaan Natal di GKI Kutisari Surabaya menjadi semakin meriah dengan kehadiran para senior yang dirayakan bersama pada Minggu, 14 Desember. Kesiapan hati dan kegembiraan jemaat terpancar jelas dalam setiap gerakan dan ekspresi mereka, membuat para oma dan opa senang dan bahagia.

Kemeriahan ini dimulai dengan pembukaan acara yang diisi dengan fragmen singkat sepasang suami-istri yang mencari tempat pertemuan karena kendaraan motor mereka mengalami gangguan. Dalam perjalanan mencari tempat tersebut, mereka tidak menemukan sebuah keteduhan hingga akhirnya menemukan gereja yang menjadi tempat pertemuan.
Di gereja itu mereka juga disambut dengan sangat senang oleh warga gereja, yang pada saat itu sedang menantikan Natal. Sambutan penuh kehangatan tersebut menyebabkan mereka senang dan bahagia.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Setyahadi S.Th. dalam nats pembimbing di Lukas 1:39-45, menjadi inspirasi bagi jemaat untuk merenungkan makna natal yang sebenarnya. Pdt. Setyahadi mengatakan bahwa kita seringkali mengabaikan hal yang terkecil dan menghargai yang besar, namun Tuhan mau berdiam pada sosok yang rapuh dan lemah.
Dalam nats firman Tuhan, ada dua wanita yang menjadi contoh, yaitu Elizabeth dan Maria. Maria, sebagai sosok perawan dari kota Nazareth, menjadi contoh bagi kita bahwa Tuhan mau berdiam pada hati yang sederhana dan rapuh.

Perayaan natal ini juga diisi dengan penampilan dari Paguyuban Seduluran Sak Lawase, yang membuat suasana semakin meriah dan berdampak. Jemaat GKI Kutisari Surabaya menunjukkan bahwa kebersamaan dan kegembiraan dapat menjadi kekuatan bagi kita semua. (petrus-berkat)


