HomeJelajah KameraDalam Rangka Silaturahmi, BAMAG Kota Surabaya Menerima Kunjungan Tri Rismaharini

Dalam Rangka Silaturahmi, BAMAG Kota Surabaya Menerima Kunjungan Tri Rismaharini

Pertemuan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Surabaya dengan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur, Tri Rismaharini pada 26 September 2024 adalah dalam rangka bersilaturahmi.

Risma bersama pengurus BAMAG Kota Surabaya

Selain temu kangen dengan para pengurus Bamag, bu Risma memberikan paparannya  selama menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Dikatakan bahwa sebagai Menteri Sosial, bu Risma telah melakukan pelbagai gebrakan khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Pertemuan di Gedung City Square Tower B lantai R Jalan Margorejo, Surabaya tersebut dihadiri Ketua Umum Bamag Kota Surabaya, Sekretaris Umum, Penasihat, Ketua Bidang, serta Koordinator Wilayah.

Selama menjabat sebagai Menteri Sosial selama tiga tahun lebih, bu Risma menghabiskan satu setengah tahun bertugas di wilayah Indonesia Timur. Banyak kisah yang dibawanya, dari mulai yang membahayakan keselamatan diri, terancam, terintimidasi hingga kisah yang mengharukan hati.

Dikatakan bahwa masalah yang dijumpai adalah kelaparan. Mereka kesulitan dalam mencari dan memenuhi kebutuhan dasar, yaitu soal makan, sehingga ada rasa takut dan cemas dalam menjalani hidup.

Dalam memberi bantuan kepada mereka, Kementerian Sosial melakukannya bersama dengan gereja-gereja yang ada di sana. Bekerjasama dengan orang Kristen dan Katolik. “Masalah kemanusiaan harus selesai, baru kemudian masalah yang lainnya,” ungkapnya.

Kinerja Kementerian Sosial di bawah bu Risma sesuai apa yang dirapatkan dan dikerjakan cepat. Kenapa bantuan menteri lewat gereja? Karena lebih aman, lebih amanah dan lebih murah.

Selama bertugas di Indonesia Timur, terutama di Puncak Jaya dan Asmat, bu Risma punya kenangan dengan para pendeta dan Romo yang ada di sana. “Tidak hanya hubungan kerja tetapi juga hubungan batin. Jadi bisa menyatakan bahwa pemerintah Indonesia ada di sana,” tuturnya lebih lanjut.

Bu Risma yang pernah menjabat sebagai Walikota Surabaya ini membeberkan, bahwa ada masalah besar yang terjadi pada anak-anak kita. Karena itu perlu penguatan wawasan kebangsaan, sebab anak-anak banyak yang tidak memahami itu.

Banyak yang ditangani oleh bu Risma, antara lain menangani anak-anak eks teroris dan deradikalisasi. Rata-rata alasan mereka karena butuh makan dan dikucilkan. Hasilnya, selama enam hingga delapan bulan penaganan, anak-anak tersebut mau berubah serta mau bersekolah.

“Kemensos tidak hanya menangani masalah kemiskinan saja tetapi juga masalah-masalah lain seperti anak-anak disable, orang gila, orang sakit kusta, pekerja migran illegal, dan pelbagai macam permasalahan yang orang lain tidak mau tangani,” papar perempuan kelahiran tahun 1961 tersebut.

Sebagai upaya pelayanan kesehatan, bu Risma membuatkan kapal-kapal untuk transportasi para suster di sana. Kapal tersebut diakai suster untuk mengirim orang-orang yang butuh perawatan. Selain itu, juga membangun rumah bagi mereka yang terkena bencana alam.  Membuat rumah knockdown yang di design dan dibuat sendiri. Bersama keuskupan dan gereja memberi pelatihan pembuatan rumah tersebut.

Melalui Sinode Tanah Papua yang ada di sana, bu Risma juga memberikan pemahaman bahwa tidak ada lagi perpecahan melalui pembedaan. Jangan lagi ngomong, “kamu anak gunung dan kamu anak pantai” yang dapat meyebabkan perpecahan. Jadi yang harus diajarkan adalah memberi pemahaman bahwa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda. Tidak ada yang sama.

Risma saat menjelaskan rencana ke depan untuk Jawa Timur

Menjawab pertanyaan Ketua Umum BAMAG, Boedi Sentosa tentang apa yang perlu dibenahi untuk Jawa Timur, Risma mengatakan, bahwa hal utama masalah pendidikan. Tentang sekolah gratis untuk Sekolah Menengah Atas hingga subsidi untuk guru keagamaan yang tidak tetap dan belum sertifikasi.

Pembenahan untuk Jawa Timur, antara lain. Pertama, pemberdayaan masyarakat (air bersih, perkebunan, pertanian, peternakan dan lain-lain). Kedua, infrastruktur penanganan banjir yang terjadi di wilayah Gresik dan Lamongan, dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama.

Ketiga, infrastruktur jalan selain tol, akses-akses jalan diperbaiki, khususnya jalan untuk angkutan barang. Keempat, penanganan masalah kesulitan air bersih, dan masalah kesehatan.

Di pertemuan singkat tersebut Boedi Sentosa sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kunjungan bu Risma di BAMAG. Selain memperkenalkan semua pengurus, mulai dari Penasihat, Ketua-ketua bidang dan Korwil-korwil, Boedi Sentosa sedikit memaparkan kinerja BAMAG kota Surabaya, yaitu  mengutamakan sinergitas dengan semua sinode yang ada, serta saling menolong antar gereja. (doc/brkt)

Penyerahan Majalah Berkat sebagai media partner BAMAG Kota Surabaya
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments