HomeOpiniInovasi dan Teknologi untuk Kesetaraan Gender

Inovasi dan Teknologi untuk Kesetaraan Gender

“Inovasi dan Teknologi demi Kesetaraan Gender” merupakan tema yang dipilih Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hari Perempuan Internasional (8 Maret) tahun ini untuk mencatat kontribusi kaum perempuan dan anak-anak perempuan di seluruh dunia, orang-orang yang sedang berjalan di depan dalam transformasi digital, tetapi juga adalah objek yang paling rentan di satu dunia dengan eksplosi teknologi.

Tema Hari Perempuan Internasional tahun ini menekankan perlunya teknologi dan inovasi dalam mendorong kesetaraan gender. Dalam pesan kepada kaum perempuan di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menjunjung tinggi peranan kaum perempuan dalam proses inovasi teknologi dan transformasi digital. Ia memberitahukan, teknologi bisa membuka lebar pendidikan dan peluang untuk kaum perempuan dan anak-anak perempuan.

PBB ingin melalui Hari Perempuan Internasional 2023 untuk mengimbau supaya bertindak dan bersinergi dengan para perempuan yang sedang meminta hak-hak dasar serta memperkuat perlindungan untuk melawan penghisapan dan pelecehan seksual. Bersamaan dengan itu, bertindak untuk mendorong partisipasi penuh dari kaum perempuan di semua aspek kehidupan sosial.

Sejak awal perkembangan teknologi, perempuan telah merangkak naik melawan segala rintangan yang menghadang. Perempuan harus melawan stereotip dan prasangka lama yang menghalangi mereka untuk meniti karir di bidang teknologi. Namun meski demikian, perempuan telah menunjukkan bahwa mereka mampu berada di garis depan dalam dunia teknologi. Mereka telah menciptakan inovasi-inovasi canggih, membuat program-program luar biasa, dan merancang teknologi yang memudahkan hidup kita semua.

Perkembangan teknologi tak bisa meninggalkan perempuan di belakang. Sebaliknya,perempuan justru perlu dilibatkan dalam perkembangan dan pemanfaatannya. Literasi digital pun menjadi penting, terlebih perempuan berperan untuk mendidik anak-anak. Meskipun perkembangan digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan, masyarakat tetap perlu waspada akan dampak buruknya, misalnya kekerasan online dan cyber crime yang rentan dialami oleh perempuan dan anak. Karenanya, literasi digital menjadi kunci bagi perlindungan perempuan dan anak di dunia digital.

Perempuan yang memiliki literasi digital mampu melindungi diri mereka sendiri, dan di masa depan saat menjadi seorang ibu,mereka bisa melindungi anak-anak mereka dari bahaya internet. Tak hanya itu, perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memberdayakan diri. dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan perlu dibarengi dengan literasi digital yang kuat.

Akses dan keterampilan perempuan dalam teknologi informasi dan komunikasi, menjadi fokus yang harus dibangun untuk memberdayakan para pengusaha perempuan agar dapat bersaing di masa kini dan juga masa depan. Meski demikian,kita menyadari pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap perempuan dalam dunia digital bukan merupakan pekerjaan mudah. Pasalnya, perempuan masih menghadapi beragam tantangan, dari keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, problematika kemandirian secara ekonomi, hingga kerentanan perempuan.

Belajar dari perjuangan Kartini

Dalam rangka memperingati Women’s Internasional Day, maka jangan hanya sekedar seremonial, melainkan aksi nyata terlebih bagi perempuan generasi milenial, harus lebih cerdas, kreatif, beretika, dan juga tangguh. R.A Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia, hal ini dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita pada masa itu, di mana beberapa perempuan sama sekali tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan.

R.A. Kartini rela berkorban dan berjuang untuk kaum perempuan. R.A Kartini memiliki semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berarti setelah ada kesulitan, pasti ada jalan atau kemudahan seperti kesulitan kaum wanita pada zaman dahulu, mereka diperlakukan sebelah mata, direnggut hak untuk mengeyam pendidikan, dipaksa menjalani pernikahan di usia belia.

Kesulitan dan ketidakadilan membuat R.A Kartini berjuang untuk menyamakan hak antara kaum wanita dengan kaum laki-laki. Salah satunya dalam hal pendidikan meskipun banyak yang menentang usahanya R.A Kartini tidak pernah patah semangat, akhirnya perjuagan bangsawan perempuan itu membuahkan hasil yang dapat kita rasakan hingga saat ini, yaitu persamaan hak antara kaum wanita dan laki-laki. Menjadi perempuan tangguh, berbakat, percaya diri, dan penuh inspirasi adalah gambaran yang tepat untuk perempuan keterbatasan tidak menghalangi perempuan untuk merasa segudang prestasi. Perempuan juga bisa mengejar mimpi apa saja jika punya tekad dan keinginan yang kuat.

Dari beliau kita belajar betapa pentingnya harga seorang wanita, betapa beraninya seorang wanita dan karena beliau wanita dipandang, untuk wanita penerus bangsa jagalah harga dirimu. Karena beliau mempertaruhkan nyawanya untuk mengangkat derajat wanita. Jangan hanya karena sebuah kata cinta kau luluh dan merendahkan derajatmu sebagai seorang wanita yang derajatnya sudah di bangun susah payah oleh Ibu R.A Kartini.

Duhai kaum wanita, tugasmu bukan lagi melawan penjajah demi pembelaan atas kaum kita, tugasmu hari ini adalah mempertahankan moral bangsa agar semakin tidak terpengaruh oleh gaya dulu. Ibu Kartini membentuk emansipasi wanita untuk kamu gunakan membela bangsa bukan semakin berani bersikap tidak senonoh di dunia maya. Kamu adalah Kartini muda, semangatmu harus lebih membara.

Untuk kaum perempuan jadilah hebat dan selalu menginspirasi. Kartini adalah inspirasi dan semangat yang akan selalu hidup dalam benak masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan persamaan dan emansipasi terus nyalakan semangat, membangun kaum perempuan. Bahwa kebahagiaan perempuan yang paling tinggi sejak berabad-abad yang lalu, bahkan juga sampai saat ini adalah hidup selaras bersama laki-laki.

Semangat Kartini terus hidup sampai sekarang. Ia meninggalkan semangat kesetaraan perempuan di hadapan laki-laki. Saat ini masyarakat tidak lagi memandang perempuan terkekang di dalam rumah. Saat ini sebagaimana kaum laki-laki, perempuan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama di bidang sosial, ekonomi, hukum dan politik. Perempuan Indonesia boleh menuntut ilmu setinggi yang ia bisa raih, perempuan boleh mencari pasangannya tanpa dipaksa oleh orang tuanya, perempuan boleh menjadi apa pun yang ia mau, asal ada kemauan dan tekad. Dalam hal pekerjaan, perempuan boleh sama seperti kaum laki-laki.

Menjadi perempuan tangguh dan kreatif saat ini mungkin susah, yang walaupun ibu Kartini sudah bersusah payah menyamakan kesetaraan tapi kadangkala masih ada perepuan-perempuan yang salah mengartikan kebebasan itu. Kadang mereka terlena akan dunia mereka sendiri tanpa memikirkan bahwa manjadi perempuan tangguh di masa ini sangatlah tidak mudah, mungkin ada begitu banyak hal yang perlu diperjuangakan untuk bisa mencapai apa yang menjadi harapan dan keinginan. Dengan kebebasan yang ada malah mereka salah gunakan, padahal kebebasan yang diberikan oleh Kartini agar kita juga mampu bersaing, perempuan tidak hanya berdiam diri dirumah tapi perempuan juga bisa menikmati pekerjaan yang layak.

Mungkin kita sering menemukan bahwa perempuan kadang dipandang rendah oleh kaum laki-laki, tapi kita sebagai perempuan janganlah cepat menyerah karena perempuan tangguh dan hebat ia mampu untuk melewati berbagai persoalan apapun yang dihadapi. Untuk itu apapun yang menjadi keinginan dan harapanmu cobalah untuk wujudkan mimpi-mimpi itu, kamu akan mampu jika kamu punya kemauan untuk lebih lagi memperlihatkan pada dunia, bahwa perempuan juga bisa kok, perempuan juga mampu menjalankan peran yang boleh diembankan

Marilah kita sebagai Kartini muda saat ini untuk slalu mempergunakan segala kemampuan yang kita miliki untuk kita gunakan dan terapkan dalam kehidupan kita. Walaupun, kadang kita dipandang sebelah mata oleh kaum laki-laki dan dianggap sebagai orang lemah yang kerjanya hanya urusan belakang dan masih banyak lagi yang selalu kita dengar. Tapi, marilah kita tunjukkan bahwa kita bisa dan mampu memperlihatkan bahwa kita sebagai kaum perempuan juga mampu dan bisa.

Aksi nyata

Di zaman milenial ini mungkin ada beberapa perempuan dari kita yang sudah sukses dimasa muda mereka. Nilai kesuksesan seseorang itu tidak hanya dilihat dari seberapa tinggi ia mengampuh pendidikan, tapi bagaimana ia mampu menerapkan ilmu yang ia sudah peroleh bagi orang lain dan sekitarnya. Ketika ia mampu mempraktekkan tidak hanya bicara tapi aksi nyata yang dibutuhkan, itulah keberhasilan yang sesungguhnya.

Jadilah perempuan yang selalu pantang menyerah dengan keadaan apapun. Kita adalah perempuan hebat, kita mampu mewujudkan segala mimpi kita jika kita benar-benar mau dan ada keinginan. Sebenarnya kesuksesan kita tidak hanya ditentukan oleh orang lain, tapi bagaimana kita mempunyai kesadaran bahwa kita perlu untuk mewujudkan segala mimpi kita, karena perjuangan ibu Kartini kita bisa bebas. Kebebasan yang diberikan itu kita pakai untuk mengharumkan nama baik perempuan, agar kita jangan selalu dipandang rendah oleh kaum laki-laki.

Kedepan, tantangan bagi perempuan dalam menjalankan peran dan fungsinya di era digital tentu tidak mudah. Peran pendidikan sangat penting dalam menjawab tantangan tersebut. Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik.

Literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki baik laki-laki atau perempuan di era global seperti sekarang ini. Jika setiap perempuan memiliki kemampuan literasi media yang baik, maka mereka akan memiliki kemauan untuk selalu meningkatkan kemampuannya dan membuka diri terhadap teknologi. Kondisi tersebut akan menjadikan perempuan lebih berdaya guna dan mampu mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. Untuk kesuksesan program tersebut diperlukan peran komperhensif dari pihak terkait, seperti pustakawan untuk memberikan pendidikan literasi melalui program-program yang diadakan di perpustakaan.

Selamat menjadi kartini masa muda, yang terus memperjuangan akan hak sebagai seorang perempuan, yang derajatnya sudah diangkat oleh Ibu kita Kartini, dengan menyamakan kesetaraan itu. Untuk itu kejar dan raihlah mimpimu sebagai seorang perempuan yang tangguh.

Jangan biarkan siapapun merebut imajinasimu, kreativitasmu, dan rasa ingin tahumu. Ini tempatmu di dunia, ini hidupmu. Pergi dan lakukan yang terbaik dan jalankan kehidupan yang ingin kau jalani.

Selamat Hari Perempuan Internasional, inilah saatnya perempuan berani membuat perubahan untuk terciptanya kesetaraan gender.

 (Minda Keretana – Perempuan GMKI Cabang Malang)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments