HomeOpiniTuhan Tidak Pernah Memaksa

Tuhan Tidak Pernah Memaksa

BENUA Eropa diasosiasikan dengan kekristenan. Bagaimana tidak? Banyak misionari berasal dari benua biru itu yang membawa kabar sukacita tentang Juru Selamat ke berbagai belahan dunia. Selain itu, berbagai macam peraturan (baca: undang-undang) di Eropa banyak yang mengedepankan nilai-nilai kekristenan. Contoh, di Finlandia ada semacam lembaga pemerintah yang memberikan bantuan tunjangan rumah untuk mereka yang berpenghasilan rendah, tunjangan pencari kerja, dan lain-lain.

Dari mana sumber dana itu? Pajak! Firman Tuhan dalam 2 Korintus 8:14, maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Sangat mudah menemukan gereja dengan arsitektur yang mengagumkan di berbagai kota di Eropa, baik besar maupun kecil. Bangunan megah dengan ornamen yang mengundang decak kagum itu tersebar dimana-mana.

Dahulu Eropa membawa terang Tuhan ke negara lain, tetapi kini Eropa mengalami masa kegelapan. Banyak orang tidak lagi peduli dengan kekristenan. Banyak orang meninggalkan gereja dan menjadi ateis. Ratusan, bahkan ribuan, gereja melakukan ‘merger’ karena jumlah anggota yang terus menurun. Generasi muda tidak lagi peduli dengan urusan iman. Bahkan manusia menolak Tuhan dengan ilmu pengetahuannya. Menempatkan pikirannya lebih tinggi dari Tuhan yang memberikan kemampuan berpikir.

Saya percaya bahwa Tuhan peduli dengan kemunduran yang dialami Eropa saat ini. Tuhan pasti sangat sedih dengan kondisi ini. Namun, Tuhan tidak pernah memaksa orang Eropa untuk kembali kepada-Nya. Tuhan memberikan kehendak bebas kepada manusia untuk memilih. Selain itu, Tuhan juga konsisten.

Pernah seorang bertanya kepada saya tentang Tuhan yang ‘memaksa’ Musa untuk menerima panggilan Tuhan memimpin orang Israel keluar dari Mesir. Saya katakan, bahwa Tuhan tidak memaksa Musa, melainkan menunjukkan bukti bahwa pilihan-Nya benar dan janji penyertaan-Nya adalah pasti. Lalu, mengapa Tuhan marah kepada Musa? Karena Musa mengabaikan hal-hal yang Tuhan tunjukkan! Apakah Musa bisa menolak panggilan Tuhan? Bisa!

Jika orang Eropa mau jujur kepada diri sendiri, maka mereka akan melihat bahwa hingga saat ini Tuhan masih menyertai mereka. Kemajuan yang dicapai Eropa saat ini adalah bukti penyertaan Tuhan. Namun, matahati itu seolah telah dibutakan dengan pelbagai macam logika dan kekecewaan masyarakat terhadap gereja. Pengajaran Firman Tuhan dilihat sebagai penghambat, bukan penuntun, aktivitas.

Pernahkah Tuhan memaksa Anda untuk menerima keselamatan? Pernahkah Tuhan memaksa Anda untuk membaca Alkitab? Pernahkah Tuhan memaksa Anda untuk berdoa? Pernahkah Tuhan memaksa Anda untuk bersyukur?

Tuhan mau semua orang diselamatkan, tetapi Tuhan tidak pernah memaksa manusia untuk menerima anugerah keselamatan. Apa yang saya alami di Eropa menguatkan saya untuk tetap percaya bahwaTuhan tidak pernah memaksa manusia. Terlalu banyak bukti yang bisa ditunjukkan dan tulisan ini adalah salah satunya. Selamat beraktivitas sambil mengingat bahwa Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk urusan apa pun!

(Hany Ferdinando)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments